Waspada Gawai Jadi Penyebab Gangguan Kesehatan Mental bagi Remaja di Era Digital
Waspada Gawai Jadi Penyebab Gangguan Kesehatan Mental bagi Remaja di Era Digital (Foto: Dok. Freepik)
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa di era teknologi dan digital, anak muda atau remaja sudah rentan terkena gangguan mental.
Menurut data yang dia sampaikan, sekitar 2 persen anak di atas usia 15 tahun mengalami depresi di Indonesia hingga melakukan percobaan bunuh diri.
"Tingginya angka bunuh diri di Indonesia itu sebanyak 2 persen dari anak di usia 15 tahun yang mengalami depresi. Sebagian dari mereka juga mengalami psikosis dan empat dari 1000 keluarga memiliki anggota yang terkena gangguan mental," kata Dante dalam seminar yang digagas Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), pada Sabtu (6/12) di Depok.
Dante menambahkan bahwa ada peningkatan masalah mental bagi anak atau remaja yang menggunakan teknologi digital sejak usia dini.
Data yang dia sampaikan menyebut sekitar 28,65 juta dari total 79,8 juta anak di Indonesia berusia tujuh sampai 17 tahun yang menggunakan gawai dan mengakses internet.
Penggunaan gawai dan internet yang menyebabkan gangguan mental perlu direspons dengan pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif.
Oleh sebab itu, Dante berharap teknologi dan media sosial juga bisa menjadi akses bagi pelayanan kesehatan mental.
Dante menambahkan bahwa pemerintah telah menyediakan layanan gratis bagi pengidap gangguan mental melalui layanan Healing119.id untuk konsultasi secara gratis.
Selama tiga bulan terakhir, Dante menyebut bahwa sekitar 10 ribu orang sudah melakukan konsultasi terkait kesehatan mental.
"Mereka yang biasa tertutup untuk curhat ke orang lain, menjadi lebih bebas bercerita melalui WhatsApp atau panggilan telepon," sambungnya.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono/ Foto: Dok. Ist |
Pada seminar bertajuk Next-Gen Health: Tech, Safety, Mental Health & Community for a Resilient Future itu, Wamenkes RI juga menekankan bahwa promosi dan pencegahan kesehatan mental harus dimulai dari keluarga, parenting, dan komunitas, serta perlunya universitas berperan besar dalam inovasi dan riset kesehatan mental.
"Dengan melakukan moving area edukasi yang konvensional menjadi digital, mudah-mudahan menjadi terobosan untuk intervensi kesehatan mental di Indonesia," imbuhnya.
(arm/arm)
Menyoal Kesehatan Mental, Mitos dan Serba-serbinya
Minggu, 15 Dec 2024 19:45 WIB
Sejarah Hari Kesehatan Mental yang Diperingati Setiap 10 Oktober
Selasa, 10 Oct 2023 19:15 WIB
Dampak FOMO untuk Kesehatan Mental dan Cara Menghindarinya
Selasa, 29 Nov 2022 21:13 WIB
Sering Merasa Lelah dengan Hidup Bisa Jadi Pertanda Depresi, Cek Gejalanya
Kamis, 03 Nov 2022 21:55 WIB
Duka Mendalam atas Wafatnya Si Jenius Matt Kwasniewski-Kelvin dari Black Midi
Selasa, 13 Jan 2026 22:15 WIB
Feby Marcelia Santai Tanggapi Pengakuan Ichal Muhammad soal Nikah Siri
Selasa, 13 Jan 2026 21:15 WIB
Wendy Red Velvet Bikin Fans Khawatir Usai Curhat Makan Cuma karena Terpaksa
Minggu, 11 Jan 2026 19:00 WIBTERKAIT
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono/ Foto: Dok. Ist