Apa Itu Virus Nipah? Penyebab 100 Orang Dikarantina di India
Apa Itu Virus Nipah? Penyebab 100 Orang Dikarantina di India
Publik dihebohkan dengan kemunculan virus Nipah di India, salah satu virus penyebab penyakit paling mematikan di dunia. Laporan menyebutkan bahwa virus Nipah (NiV) merebak di negara bagian Benggala Barat, India Timur.
Otoritas setempat melaporkan bahwa lima orang dikonfirmasi tertular virus Nipah, dengan dua orang dalam kondisi kritis. Hal ini membuat otoritas setempat melakukan karantina terhadap 100 orang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Kemunculan kasus infeksi virus Nipah di India kemudian memicu kekhawatiran dunia akan wabah yang lebih luas. Pasalnya, infeksi virus Nipah merupakan salah satu penyakit zoonosis paling berbahaya di dunia karena belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan.
Lantas apa itu virus Nipah? Berikut merupakan penjelasan, gejala, dan cara mencegah penularannya.
|
Baca Juga : Waspada Super Flu di Indonesia, Ini Gejalanya
|
Apa Itu Virus Nipah? Penyebab 100 Orang Dikarantina di India
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah (NiV) merupakan virus yang termasuk dalam kelompok Paramyxovirus dengan jenis virus RNA.
Kelompok virus ini dikenal sebagai penyebab penyakit seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Meski demikian, virus Nipah punya karakteristik tersendiri yang lebih membahayakan.
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah. Kelelawar buah menjadi reservoir alami virus Nipah, yang berarti virus ini tak menyebabkan penyakit pada kelelawar, tetapi bisa menyebar ke hewan lain seperti babi.
Daging babi atau hewan lain yang tertular dan dikonsumsi manusia kemudian menyebabkan infeksi virus Nipah. Selain itu, manusia juga bisa tertular jika bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.
Penularan virus Nipah juga bisa terjadi antarmanusia. Hal ini bisa terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien dalam kondisi yang menghasilkan banyak cairan tubuh.
Virus Nipah menjadi penyebab penyakit zoonosis paling berbahaya karena punya tingkat kematian hingga 75 persen. Tak hanya itu, hingga saat ini belum ada obat atau vaksin khusus yang mampu menghilangkan infeksi virus Nipah.
Apa Itu Virus Nipah? Penyebab 100 Orang Dikarantina di India
Gejala Virus Nipah
Setelah terinfeksi, virus Nipah punya waktu inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul. Gejala infeksi virus Nipah bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan bisa mengancam nyawa. Gejala yang bisa ditimbulkan akibat infeksi virus Nipah antara lain berupa:
1. Demam
2. Sakit kepala
3. Batuk
4. Sakit tenggorokan
5. Nyeri otot
6. Sesak napas
7. Muntah
8. Sulit menelan
9. Peradangan ensefalitis
Peradangan otak atau ensefalitis yang disebabkan oleh virus Nipah kemudian juga memunculkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit konsentrasi, disorientasi, hingga perubahan suasana hati yang signifikan. Kasus parah bisa menyebabkan kematian pada manusia.
Apa Itu Virus Nipah? Penyebab 100 Orang Dikarantina di India
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Mengingat virus Nipah bisa menimbulkan gejala parah yang mengancam nyawa, penting untuk melakukan upaya pencegahan demi melindungi diri dan masyarakat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk pencegahan virus Nipah antara lain berupa:
- Hindari kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan hewan ternak seperti babi yang merupakan sumber penularan utama.
- Pastikan untuk selalu mencuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi. Hindari makanan yang terkontaminasi hewan atau carian dari hewan seperti air liur, darah, dan urine.
- Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah jika harus membersihkan kotoran atau urine hewan berisiko.
- Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan berisiko atau orang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi virus Nipah.
- Pastikan untuk selalu memasak daging hewan yang akan dikonsumsi hingga matang dan hindari daging yang masih mentah atau kurang matang.
(asw/dia)