Advertisement

Waspada Virus Nipah, Buah-buahan Ini Bisa Jadi Perantara

agn | Insertlive
Ilustrasi kelelawar, virus Nipah
Waspada Virus Nipah, Buah-buahan Ini Bisa Jadi Perantara/Foto: Freepik
Jakarta -

Virus Nipah masih diwaspadai di Indonesia. Virus Nipah (NiV) merupakan virus yang termasuk dalam kelompok Paramyxovirus dengan jenis virus RNA.

Kelompok virus ini dikenal sebagai penyebab penyakit seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Meski demikian, virus Nipah punya karakteristik tersendiri yang lebih membahayakan.

World Health Organization (WHO) mencatat bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah. Kelelawar buah menjadi reservoir alami virus Nipah, yang berarti virus ini tak menyebabkan penyakit pada kelelawar, tetapi bisa menyebar ke hewan lain seperti babi.

Daging yang terinfeksi tersebut jika dikonsumsi manusia bisa menyebabkan infeksi virus Nipah. Manusia juga bisa tertular jika bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Advertisement

Penularan virus Nipah juga bisa terjadi antarmanusia. Hal ini bisa terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien dalam kondisi yang menghasilkan banyak cairan tubuh.

Virus Nipah menjadi penyebab penyakit zoonosis paling berbahaya karena punya tingkat kematian hingga 75 persen. Tak hanya itu, hingga saat ini belum ada obat atau vaksin khusus yang mampu menghilangkan infeksi virus Nipah.

Sehingga masyarakat perlu berhati-hati agar tidak tertular oleh virus tersebut. Dalam laporan dari The Institute for Environmental Research and Education (IERE), kelelawar buah tidak pilih-pilih makanan. Ada 11 macam buah yang biasa dimakan kelelawar buah, sebgai berikut:

  • Buah Ara
  • Mangga
  • Pisang
  • Jambu Biji
  • Pepaya
  • Kurma
  • Sukun
  • Alpukat
  • Durian
  • Nangka
  • Berbagai Beri

Epidemiolog Dicky Budiman menyebut virus Nipah ditularkan oleh kelelawar buah genus Pteropus atau yang dikenal dengan flying fox.

"Virus Nipahreservoir(pembawa) alami utamanya adalah fruit batatau kelelawar buah genus Pteropusya, flying fox," jelas Dicky.

"Penularannya itu dari hewan ke manusia dengan cara kontak langsung dengan kelelawar atau dengan kotoran, urine, dan air liurnya yang akhirnya mencemari, mengontaminasi buah atau kelapa sawit. Kalau penularan antar manusia biasanya karena kontak dari cairan tubuh terutama pada saat perawatan pasien," tambahnya.

(agn/fik)

Komentar

!nsertlive

Advertisement