Kolom

Diksi-diksi Sableng Pesohor

KMB | Insertlive
Senin, 18 May 2020 12:32 WIB
Esai Insertlive oleh Komario Bahar
Jakarta, Insertlive -

Jerinx lagi, Trump lagi. Ada sih beberapa yang juga menerapkan diski-diksi konyol kala membuat pernyataan. Sri Mulyani yang bupati Klaten misalnya, atau Indira Kalistha yang sudah menyesal atas ucapannya di vlog tempo hari. Tapi sudahlah, biar Sri dan Indira kini belajar dari kesalahannya.

Saya mau membahas dua dari nama pertama dan kedua yang saya sebutkan barusan. Mereka juga mesti sama-sama banyak belajar memilih diksi dalam membuat pernyataan publik.

Bahkan nih, Vicky Prasetyo yang memang sengaja bikin personanya sebagai pria dengan mulut ngalor-ngidul ketika mengucapkan kata-kata mutiara nan filsuf, masih lebih baik dari mereka. Ya walaupun frasanya nggak 'berisi' juga sih Mas Vick..., no offense.


Dua nama pertama kerap membuat pernyataan di ruang publik yang tendensius dalam mengemukakan pendapat. Keduanya berilmu bagus, tapi penyampaian diksi-diksinya salah kaprah dan kadang bodoh. Sementara Vickynisasi cuma sekadar imej dalam bertutur kata berbelit-belit. Toh itu jadi senjatanya eksis sampai kini.

Jerinx dengan teori konspirasinya sungguh benar-benar jadi warna di masa pandemik ini --masih berdoa agar tak jadi endemik--. Meski banyak yang menghujat, saya sempat sepaham dengan drummer SID ini soal menjadi katalis atau mempunyai pendapat berbeda di antara keseragaman yang ada. Terutama di awal-awal wabah ini tiba di Nusantara, Jerinx ada benarnya untuk nggak panik dan takut berlebihan.

Kolom lainnya:

Tapi makin ke sini kok ya ngawur. Bicara terori konspirasi itu sendiri, kalian para pembaca atau di level penghujat mesti tahu apa makna sebenarnya. Menghujat Jerinx Cs tapi nggak mudeng apa itu teori konspirasi nanti jadi tong kosong dengan jari-jemari sampah.

Tanpa melansir dari mana-mana, teori konspirasi sepaham yang saya yakini adalah pemahaman yang berupaya mengungkap segala tindakan persekongkolan yang disembunyikan dari publik. Penganut teori ini tentu merasa jadi korban dan selalu melihat celah bahwa yang sedang terjadi ada unsur persekutuan dan pemufakatan jahat demi mencapai tujuan tertentu.

Dan fans dari teori ini kerap banyak yang keras kepala. Sudah banyak contohnya. Jerinx sudah lama membuat ragam teori terkait peristiwa yang terjadi di Ibu Pertiwi. Bukan cuma masalah SARS-Cov-2 atau Covid-19 ini saja. Masih ingat bagaimana ia berkicau soal penusukan Wiranto oleh Abu Rara dan istrinya?

"Kalau niatnya emang membunuh kenapa pisaunya kecil ya."

Gegara itu, akun Twitter Jerinx di-suspend. Jerinx mungkin penasaran dengan peristiwa Wiranto ditusuk yang memang sempat ramai dihujani tuduhan rekayasa, tapi kalimat yang dipakai nggak tepat.

Sementara soal Covid, paling menyebalkan adalah kampanye untuk tak melakukan tes Covid dengan alasan 'agenda asing'. Ia masih vokal menyebut pandemik yang tengah bersiap menjadi endemik ini adalah konspirasi.

Mendikbud RI, Nadiem Makariem sampai menanggapi bahwa teori konspirasi memang selalu laris di negara mana pun. Karena orang yang percaya akan hal itu, menjadi gampang menyalahkan salah satu pihak saja. Ia tak segan melabeli orang seperti Jerinx adalah pemalas.

"Lebih mudah menyalahkan satu orang, satu pihak, atau mempercayai satu konspirasi. Itu adalah cara berpikir malas, iya kan," kata Nadiem kala diwawancarai Najwa Shihab.

Saat Jerinx memutuskan menamai nomor WA Ahmad Dhani 'PALKON' dan mengejeknya sembari memanggil 'Mas Botak', itu jelas pemilihan kata yang dablek. Saya seyakin-yakinnya Palkon tadi adalah frasa dua kata gabungan bermakna kasar dan jorok. Masa iya marah dicuekin Dhani segitunya.

Bli Jerinx mesti ingat, kalau keras menjadi pengkritik, ya jangan antikritik. Kalau suka nyenggol, jangan ngegas buta arah kalau disenggol. Banyak tokoh vokal yang sarkasme tapi tetap terasa elegan kok. 

Dhani pantas marah juga karena kata-kata Jerinx. Suami siri Mulan Jameela bahkan menyebut yang diucapkan JRX sungguh amoral karena nyerempet ke body shaming. Klimaksnya, Dhani menantang Jerinx balik debat di Jakarta dengan standar yang ia syaratkan. Sound bagus dan tatap muka langsung: jelas bukan Live Instagram.

Lalu bagaimana dengan Trump? Anda tentu tahu bagaimana ia memilih diksi dungu soal penyembuhan pasien Corona. Ia menyarankan agar cairan disinfektan disuntikkan saja ke manusia untuk penangkal sekaligus. Lambemu itu Trump!

kolom lainnya:

Nggak berhenti di sana, baru-baru ini, pemimpin AS doyan bacot melontarkan pernyataan rasis kala ribut-ribut dengan wartawati AS keturunan Tiongkok, Weijia Jiang. Dan kebetulan hubungan AS dan China makin memanas saja.

Dalam pertengkaran Trump dan Jiang diawali dengan sesi tanya jawab di mana sang presiden dengan bangga pencapaiannya mengatasi Corona berikut ini:

"Mengapa itu penting? Mengapa ini menjadi kompetisi global ketika setiap hari orang Amerika masih kehilangan nyawa mereka?" tanya Jiang ketika diberi kesempatan Trump di jumpa pers Gedung Putih, Washington DC, 12 Mei lalu.

"Mereka kehilangan nyawa mereka di mana-mana di dunia. Dan mungkin itu pertanyaan yang harus kamu tanyakan ke China. Jangan tanya aku, tanyakan China pertanyaan itu, oke?" Trump memberi respons balik.

Dari ucapan Trump itu, wartawati CBS News ini tersinggung. Jiang mencecar Trump mengapa bertanya demikian.

Dan lambe Trump membalasnya, "Saya mengatakannya kepada siapa pun yang akan mengajukan pertanyaan buruk seperti itu."

Trump lupa bahwa angka kematian di AS karena Corona masih yang tertinggi di dunia. Mungkin itu juga yang membuatnya mengakhiri sesi tanya-jawab dengan wartawan karena ia menyadari ia terjebak sendiri dengan ucapan dan pemilihan diksinya yang salah.

***

Pusing memperhatikan banyak tokoh adu diksi konyol, sini saya bantu kenalkan ke pelopor diksi ngawur: Vicky Prasetyo. Diksi-diksi Vicky juga sableng dan blabar blas. Lalu apakah ia juga penganut konspirasi juga? Itu pun termasuk. Eks suami Angel Lelga adalah penganut konspirasi hati yang sukses bikin ia jadi raja meme beberapa tahun lalu.

Percayalah para pembaca, Vicky sudah lama sengaja membuat karakternya memang terlihat ngawur kala banyak bicara pesan cinta dan kalimat-kalimat bijak tentang pendewasaan diri. Ia sadar, kalau cuma mengandalkan berita gagal kawin dengan Zaskia Gotik, umur eksistensinya hanya sesaat.

Karenanya Vicky perlu bumbu lain sebagai nilai jual. Jadi ia patenkan gaya bicaranya yang belibet dan sok elit. Tapi imej ngalor-ngidul itulah yang membawa nama Vicky lumayan wangi di industri hiburan Tanah Air.

Ia laris sebagai presenter televisi selain mampu membuat banyak media mengangkat kisah-kisahnya menaklukkan cewek-cewek. Cewek yang kurang belajar dari pengalaman dikibulin buaya tentunya. Tapi biarkan Vicky tenteram dengan kengawurannya.

Teruntuk para penggemar teori konspirasi --sekalian untuk para penganut kepercayaan bumi datar--, berhentilah merasa saklek dan bebal. Kritis atau jadi katalis boleh, tapi satu hal, tetaplah berpikiran terbuka. 

Karena kenapa? Jadi bermasalah adalah saat sebuah konspirasi tak bisa dibuktikan, tapi tetap diyakini dan kemudian disebarkan sebagian orang sebagai kebenaran. Padahal merekalah hoaks itu sendiri.

Komario Bahar

Redaktur Pelaksana Insertlive 

[Gambas:Video Insertlive]



(kmb/kmb)
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER