Film 'Milea: Suara dari Dilan', Upacara Menyambut Hari Penuh Rindu

Yogi Alfian - INSERTLIVE
Kamis, 13 Feb 2020 16:35 WIB
Film 'Milea: Suara dari Dilan', Upacara Menyambut Hari Penuh Rindu
Jakarta, Insertlive - Sang panglima tempur Dilan bertemu dengan Milea Adnan Hussain di Bandung pada tahun 1990. Pertemuan tak terduga lantas membawa keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Tak ada hari tanpa perasaan bahagia yang dilalui oleh Dilan dan Milea.

Film Dilan 1990 dan Dilan 1991 berhasil menceritakan kehidupan di Bandung yang kala itu dirasakan Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanesha Prescilla) sama persis seperti di novel karya Pidi Baiq.

Kali ini, rumah produksi Max Pictures membuat film lanjutan dari Dilan 1990 dan Dilan 1991 yang bertajuk Milea: Suara Dari Dilan yang sudah tayang sejak 13 Februari 2020.

Milea: Suara dari Dilan memiliki perbedaan dari dua film sebelumnya. Sebab, film ini mengambil sudut pandang dari seorang Dilan. Berbeda dari sebelumnya yang menceritakan dari sudut pandang Milea.

"Hari itu adalah hari awal aku mulai beraksi untuk mendekati siswa baru yang bernama Milea Adnan Hussain, dia dengan pesonanya sudah memberi aku kekuatan untuk berani mendekatinya," ujar Dilan yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan.

Milea: Suara dari Dilan, Upacara Menyambut Hari-hari Penuh RinduFoto: YouTube/MaxPictures

Di novelnya, Dilan berkata bahwa seburuk apapun hal yang pernah dilaluinya saat itu adalah hal yang wajar. Dilan mengakui bahwa saat itu ia hanyalah seorang siswa SMA biasa yang tak luput dari amarah dan kebimbangan.

Dalam trailer Milea: Suara Dari Dilan, diceritakan potongan kejadian Dilan berada di kantor polisi. Ayah Dilan yang menjabat sebagai Letnan lantas menghampiri dan memarahi Dilan. Ia ingin Dilan mendapat hukuman sebagaimana mestinya.

"Saya di sini karena anak saya, tapi kalau dia bersalah, hukum dia sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar ayah Dilan di hadapan pihak polisi.

Pidi Baiq pernah berkata, tak ada yang baik-baik saja tentang sebuah perpisahan. Di Dilan 1991, para penonton pasti sudah mengetahui bahwa Dilan dan Milea akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Waktu berlalu, membuat Dilan dan Milea layaknya dua orang yang tak lagi saling kenal. Ternyata, Dilan memiliki alasan yang kuat untuk tak kembali pada Milea. Menjadi bijaksana atas keputusan yang dibuat ternyata sudah menjadi pilihan Dilan.

"Aku ingat, aku pernah bilang 'jika ada yang menyakitinya, maka orang itu harus hilang' jika orang itu adalah aku, maka aku pun harus hilang," kata Dilan.

Di akhir trailer, Dilan tak sengaja bertemu dengan Milea dalam sebuah acara reuni yang diadakan oleh SMA-nya. Dalam kesempatan itu, Dilan menghampiri Milea sambil memperkenalkan diri sama seperti saat ia berkenalan di Dilan 1990.

"Dilan," kata Dilan setelah mengulurkan tangan.

"Milea," jawab Milea.

"Emang harus kenalan lagi gitu?," tanya teman Dilan.

"Takut lupa," kata Dilan menjelaskan.

Dilan berkata bahwa perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu. Sekian lama berpisah, entah bagaimana garis hidup kemudian membawa Dilan kembali bertemu dengan Milea.

Tatapan Dilan kepada Milea tidak pernah berubah, begitupun sebaliknya. Ada rindu di balik tatapan keduanya. Sayangnya, Dilan dan Milea harus bisa menjadi bijaksana dengan tidak mengadili masa lalu oleh keadaan di masa kini.


[Gambas:Video Insertlive]




(yoa/yoa)
KOMENTAR
POPULER