Dua Negara Mayoritas Muslim yang Tidak Rayakan Maulid Nabi
Dua Negara Mayoritas Muslim yang Tidak Rayakan Maulid Nabi/Foto: Bingkai.id Detikcom
Maulid Nabi adalah perayaan kelahiran Nabi Muhammad saw. yang dilakukan setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Di tahun 2026, Maulid Nabi diperkirakan akan bertepatan pada Selasa, 25 Agustus.
Peristiwa penting ini selalu diperingati sebagai perayaan besar oleh umat Islam setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, perayaan Maulid Nabi biasanya diperingati dengan rangkaian acara keagamaan yang dipadukan dengan tradisi setempat. Kendati demikian, tidak semua negara mayoritas Muslim merayakannya karena alasan tertentu.
Diketahui, ada dua negara mayoritas Islam di tanah Arab yang tidak merayakan Maulid Nabi. Negara apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini.
Arab Saudi
Pertama ada Arab Saudi sebagai negara mayoritas Islam yang secara resmi tidak merayakan Maulid Nabi. Pemerintah Arab Saudi beserta para ulama menolak perayaan tersebut. Alasannya karena tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Quran. Selain itu, Maulid Nabi dianggap sebagai bid'ah, yakni segala sesuatu yang baru dalam agama yang tidak ada dalil pendukungnya.
Dulunya, Arab Saudi pernah merayakan Maulid Nabi secara besar-besaran. Bahkan, perayaan ini dihadiri oleh para pembesar dari mazhab Syafi'i, Hanafi, Hanbali, dan Maliki. Namun, perayaan ini mulai dihentikan sejak negeri Arab dikuasai oleh Bani Saud.
Mufti Agung Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Asy-Syekh berfatwa bahwa memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. bertentangan dengan ajaran agama Islam.
Sejalan dengan hal itu, pemerintah Arab Saudi sepakat untuk tidak menetapkan hari libur nasional pada hari perayaan Maulid Nabi. Meski begitu, mereka tidak membatasi masyarakatnya untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. Banyak penduduk yang merayakannya dengan cara lain, misalnya dengan melakukan kegiatan amal atau bersedekah.
Qatar
Selain Arab Saudi, Qatar adalah negara mayoritas Islam lainnya yang tidak merayakan Maulid Nabi. Mayoritas penduduk muslimnya menganut paham wahabi atau salafi, yaitu aliran Islam yang dikembangkan oleh teolog Muslim Muhammad bin Abdul Wahhab pada abad ke-18. Atas dasar pemahaman tersebut, perayaan Maulid Nabi diharamkan di sini.
Hampir sama seperti Arab Saudi, perayaan kelahiran Rasulullah saw. ini juga dianggap sebagai bid'ah.
Perayaan Maulid Nabi yang dikhususkan untuk Rasulullah saw. dinilai sebagai hal yang tidak sopan karena terkesan tidak menghargai keberadaan nabi dan rasul lain.
(dis/dis)
14 Doa Nabi Muhammad SAW yang Tepat Diamalkan Saat Maulid Nabi
Kamis, 04 Sep 2025 19:45 WIB
Arab Saudi Negara Mayoritas Muslim Tak Rayakan Maulid Nabi? Ini Alasannya
Kamis, 05 Oct 2023 21:00 WIB
Selain Arab Saudi, Ini Negara Mayoritas Muslim yang Tak Rayakan Maulid Nabi
Kamis, 28 Sep 2023 09:00 WIB
Bolehkah Puasa Saat Maulid Nabi Muhammad? Ini Niatnya
Rabu, 27 Sep 2023 21:00 WIB
TERKAIT