Dituduh Lakukan Penipuan, CEO Promotor Konser We All Are One Dilaporkan Polisi

kpr | Insertlive
Senin, 21 Nov 2022 20:45 WIB
we all are one K-Pop diundur.
Jakarta, Insertlive -

Konser K-Pop We Are All One masih diwarnai kisruh soal penundaannya. Bahkan, Park Jai Hyun selaku CEO PT Coution Live yang merupakan promotor konser tersebut dilaporkan ke polisi pada 10 November lalu.

Park Jai Hyun dilaporkan oleh rekannya, Derpita Gultom selaku ketua Fanbase K-Pop ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat terkait kasus dugaan penipuan pada Kamis (10/11). Berdasarkan laporan polisi yang terdaftar dengan nomor LP/552/XI/2022, Derpita Gultom mengatakan awalnya ia dan Park Jai Hyun berencana akan menggelar konser pada 12 November 2022 di KBL Madya Jakarta. Derpita pun menyebut pihaknya sudah mentransfer uang sebesar Rp340.748.000 ke rekening Hana Bank atas nama PT Coution Life Indonesia.

Namun, lantaran konser tersebut ditunda, pihak Derpita pun kerap mempertanyakan masalah tersebut. Tapi, tak ada jawaban pasti dari Park Ji Hyun.


Sementara itu, PT Visi Musik Asia selaku vendor yang bekerja sama dengan PT Coution Live dalam mengelola urusan lapangan pelaksanaan konser We Are All One itu mendukung laporan yang dilayangkan oleh Derpita Gultom. Bahkan, Rizky Triadi selaku Direktur PT Visi Musik Indonesia mengatakan pihaknya berencana juga akan melaporkan Park Jai Hyun.

Rizky Triadi mengatakan pihaknya merasa khawatir jika Park Jai Hyun akan lari dari tanggung jawabnya sebagai promotor. Rizky Triadi mengatakan pihaknya sudah melakukan mediasi dengan Park Jai Hyun, Namun, CEO PT Coution Live itu tidak pernah memberikan kepastian.

"Digantung terus dan sampai sekarang tidak dibayar sama sekali, sudah tidak jawab HP lagi," ujar Rizky Triadi, Direktur PT Visi Musik Asia dalam keterangan pers.

Rizky Triadi menyebut Park Jai Hyun sempat menarik sebagian hasil penjualan tiket konser tersebut setelah adanya kesepakatan dengan PT Visi Musik Asia dalam membantu menggelar konser We Are All One. Selain itu, Rizky Triadi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dibayar usai diminta uang pembayaran untuk jasa lapangan.

"Hasil penjualan tiket kurang lebih sudah mencapai Rp7 miliar dan dana itu hampir setengahnya sudah ditarik Direktur Park," ungkap Rizky Triadi.

PT Visi Musik Asia juga mendapatkan kabar dari PT Coution Live pada 3 November lalu bahwa salah satu artis tidak dapat hadir di konser yang rencana akan digelar pada 12 November. Maka dari itu, konser itu pun ditunda hingga Januari 2023. Namun, Rizky Triadi menyebut pihaknya tak kunjung mendapat kepastian jadwal baru konser tersebut.

"Karena hal-hal tersebut PT Visi Musik Asia telah merasa bahwa adanya permainan, karena ketidakjelasan atas konser tersebut dan ditambah PT Visi pun tidak dibayar-bayar sampai telah melewati batas tanggal pembayaran," tuturnya.

PT Visi Musik Asia akan menempuh jalur hukum jika tak kunjung adanya iktikad baik dari pihak Park Jai Hyun. Bahkan, PT Visi Musik Asia telah berkonsultasi dengan Fritz Paris Hutapea, putra Hotman Paris terkait kasus tersebut.

"Untuk update-nya saat ini info terakhir yang saya dapat sekarang beberapa para perwakilan dari PT Coution katanya sudah ada yang ditangkap oleh pihak imigrasi, sedangkan Direktur Park masih dalam proses pencarian dan paspornya saat ini sudah ditahan pihak imigrasi. PT Visi Musik Asia akan terus melakukan upaya apa pun untuk menegakkan keadilan untuk semua," jelas Fritz Paris Hutapea.

Seperti diketahui, akun Instagram We Are All One sempat menyampaikan permintaan maafnya atas ditundanya konser tersebut. Pihak promotor pun berjanji akan berusaha untuk tidak mengubah line up artis yang akan tampil di konser pada Januari 2023 mendatang.

(kpr/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER