Advertisement

Waspada! Anak dengan Screen Time Berlebihan Berisiko Alami Speech Delay

asw | Insertlive
Ilustrasi Anak Main Gadget
Waspada! Anak dengan Screen Time Berlebihan Berisiko Alami Speech Delay/Foto: Freepik
Jakarta -

Gadget sudah menjadi bagian wajib dari keseharian pada era digital saat ini, termasuk bagi anak-anak. Mulai dari menonton video, bermain game, hingga belajar, semua kebutuhan bisa dilakukan hanya dengan sentuhan di layar dengan ujung jari.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan gadget, paparan waktu layar alias screen time yang berlebihan ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak, terutama pada kemampuan bicara.

Sejumlah penelitian melaporkan bahwa semakin lama anak terpapar layar gadget, maka semakin besar pula risiko terjadinya keterlambatan bicara atau speech delay.

Menurut penelitian yang dipublikasikan National Institutes of Health (NIH), sekitar 25,5 persen dari 192 anak yang diteliti mengalami speech delay. Risiko ini pun meningkat seiring dengan durasi screen time.

Advertisement

Anak terpapar layar gadget lebih dari empat jam per hari, sekitar 40 persen di antaranya mengalami keterlambatan bicara. Speech delay kemudian lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki, yakni sebesar 32,7 persen dibandingkan perempuan yang mencapai 17 persen.

Penelitian ini kemudian menunjukkan bahwa durasi screen time menjadi faktor penting yang harus diwaspadai orang tua karena lebih berpengaruh dibandingkan dengan jenis konten yang ditonton.

Kemampuan bicara anak bisa lebih berkembang lewat interaksi langsung, seperti mengobrol, bermain, atau membaca bersama. Jika anak terlalu lama menatap layar, maka waktu untuk berinteraksi juga jauh berkurang.

Layar gadget yang bersifat satu arah juga membuat anak tidak bisa melatih respons tau komunikasi secara aktif. Jurnal The Relationship of Screen Time to the Incidence of Speech Delay in Children Aged 2-5 Years menemukan bahwa pada kelompok anak dengan intensitas screen time tinggi, sekitar 52,8 persen mengalami keterlambatan bicara.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang punya paparan layar lebih rendah. Secara keseluruhan, lebih dari setengah responden dalam penelitian itu tercatat mengalami keterlambatan perkembangan bahasa.

Penggunaan gadget dengan durasi lebih dari 60 menit per hari dan dilakukan rutin hampir setiap hari juga bisa meningkatkan risiko gangguan perkembangan bahasa pada anak.

Selain durasi layar, Penelitian NIH juga menyoroti pentingnya interaksi orang tua. Anak yang lebih sering diajak berbicara dan berinteraksi langsung cenderung memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik.

Screen time yang tinggi tanpa pendampingan orang tua juga membuat risiko speech delay semakin besar. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk bisa mengontrol penggunaan gadget pada anak.

Meski punya risiko menimbulkan speech delay, hal ini bukan berarti anak sama sekali tidak boleh menggunakan gadget. Kunci penggunaan yang tepat adalah pada pengaturan durasi dan pendampingan.

Pastikan untuk menggunakan teknologi secara bijak agar tumbuh kembang anak tidak terganggu akibat terlalu banyak terpapar layar gadget.

(asw)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement