Studi Ungkap Dampak Screen Time Berlebih pada Jantung Anak
Di era digital ini, perangkat elektronik seperti smartphone sudah menjadi bagian dari hidup bagi semua orang. Benda ini biasanya digunakan untuk keperluan pekerjaan maupun hiburan. Tidak hanya ngetren di kalangan orang dewasa saja. Zaman sekarang, anak-anak pun sudah banyak yang mendapat akses gadget dari orang tuanya.
Banyak anak yang kini menggunakan gadget untuk mengerjakan tugas sekolah atau bermain game online. Di sini, peran orang tua sangat penting untuk memberi batasan pada anak agar tidak kecanduan gadget. Pasalnya, screen time yang berlebihan dapat menjadi ancaman serius bagi si buah hati.
Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya efek berbahaya dari penggunaan screen time berlebih terhadap kesehatan jantung. Studi yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association ini muncul seiring dengan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap penggunaan gadget yang semakin masif.
Dalam penelitian tersebut, American Heart Association mengungkap bahwa berada di depan layar, baik ponsel, televisi, atau konsol selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Penyakit ini mencakup beberapa kondisi medis serius, seperti tekanan darah tinggi, resisten insulin, hingga kolesterol. Parahnya lagi, penyakit ini kerap menyerang kelompok usia muda, terutama anak-anak.
Penelitian ini turut diperkuat oleh data survei federal yang dilakukan pada anak-anak dan remaja Amerika Serikat dari usia 2 hingga 19 tahun. Hasilnya, hanya sekitar 29% dari seluruh sampel dengan kondisi kardiometabolik yang sehat.
Lebih lanjut, penelitian yang melibatkan 1.000 responden dari dua pusat pendidikan di Denmark ini menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan screen time dengan risiko kardiovaskular dan metabolik pada usia muda.
"Mengurangi jumlah screen time dari penggunaan yang tidak terlalu penting saat usia muda dapat melindungi kesehatan jantung dan metabolik dalam jangka panjang," jelas David Horner, M.D., Ph.D., dari Universitas Kopenhagen.
Hasil dari penelitian tersebut mengungkap bahwa setiap satu jam paparan screen time dapat meningkatkan skor kardiometabolik sebesar 0,08 standar deviasi pada anak berusia 10 tahun, dan 0,13 pada remaja berusia 18 tahun.
Artinya, anak yang menggunakan screen time tiga jam lebih banyak dalam sehari memiliki risiko sekitar seperempat hingga setengah standar deviasi yang lebih tinggi dibandingkan teman sebayanya yang terpapar screen time dalam durasi yang lebih rendah.
Studi ini juga melaporkan adanya dampak serius pada kualitas tidur akibat penggunaan screen time berlebih. Dengan rasa penasaran yang tinggi, anak cenderung lupa waktu saat memainkan gadget. Tak jarang, kegiatan tersebut dilakukan hingga larut malam. Akibatnya, mereka jadi kekurangan waktu tidur dan istirahat yang cukup.
(Astrid Riyani Atmaja/fik)