Deretan Sikap Kasar Ferry Irawan ke Eks Istri Usai Viral KDRT ke Venna Melinda
Venna Melinda melaporkan sang suami Ferry Irawan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Tindak KDRT Ferry terhadap Venna itu diduga terjadi di sebuah hotel di Kediri pada Minggu (8/1).
Kasus KDRT ini membuat sosok Ferry dan masa lalu saat berumah tangga bersama mantan istri yang lama ikut jadi sorotan.
Sebelum menikah dengan Venna, Ferry pernah menikah dengan seorang wanita bernama Anggia Novita.
Rumah tangga yang Ferry bina bersama Anggia tersebut akhirnya berujung perceraian pada 7 Oktober 2021. Anggia berujar mantap untuk bercerai dari Ferry yang kerap bersikap kasar.
Selain itu, Ferry juga disebut mengancam akan meninggalkan Anggia kala itu. Padahal, kala itu, Anggia sedang dalam proses pemulihan akibat sakit stroke.
"Yang menjadi saya mantap (bercerai) itu karena terakhir, pas seminggu sebelum lebaran, dia datang dan bilang, 'Saya mau pergi ninggalin kamu. Saya enggak kuat melihat kamu begitu, kamu mau marah atau bagaimana, terserah. Saya enggak mau lagi ngurusin kamu'," kata Anggia dalam tayangan YouTube MaiaAlElDulTV yang dikutip pada Selasa (8/1).
"Dia kayaknya malu kali, karena saya kalau sama dia, saya malah stres, kayaknya dia nemenin saya ketakutan, malu atau apa, padahal orang stroke itu enggak boleh stres, ya, udah di tempat tidur saja, sedih banget deh," sambungnya.
Anggia kemudian melanjutkan cerita soal bagaimana tindakan kasar Ferry saat sedang dalam keadaan emosi.
Ferry disebut kerap membanting memukul pintu bila sedang terbawa amarah.
"Kalau dia marah itu, dulu-dulu dia sering banting pintu, terus ditonjokin," kata Anggia.
Anggia yang sudah tak tahan dengan sikap Ferry, bahkan mengaku pernah mengusir suaminya tersebut dari rumah.
Namun, Ferry selalu mengancam bunuh diri agar Anggia tidak mengusirnya.
"Setiap kali saya minta dia pergi, dia nangis terus bilang, 'Kamu tega ngusir saya,' dia ngancam bunuh diri, dia pergi ke dekat jendela kamar, saya sabar-sabarin, kerja sudah capek," jelasnya.
Sebetulnya, Anggia memang sudah sejak lama merasa tidak tahan dengan berbagai sikap Ferry yang kurang menyenangkan.
Anggia berujar Ferry sering bersikap seperti anak kecil yang permintaannya harus selalu dituruti.
"Dikit-dikit cemburuan, marah, setiap apa-apa minta diladenin, capek, kan, karena saya benar-benar kerja, saya sudah capek di kantor, sampai di rumah harus meladeni kemauannya," ujar Anggia.
Tak hanya itu, ada juga peristiwa mengerikan yang hampir saja merenggut nyawa Anggia.
Kala itu, Ferry marah dan mengancam Anggia dengan menggunakan pistol Swiss Army dan mengajak bunuh diri bersama.
"Ditaruh di leher saya (pistol), lalu dia bilang, 'Ayo, kita mati bareng, sekarang,' sering begitu," ujar Anggia.
Sejumlah perilaku kasar tersebut yang akhirnya membuat Anggia yakin mengajukan gugatan cerai terhadap Ferry.
"Saya pikir kok hati saya jadi enggak tenang, sampai tempat tidur pun dia tonjok, hingga saya enggak tenang, entar kalau saya kenapa-kenapa, kadang dia suka tusuk-tusuk tangannya pakai pisau," tutupnya.
(ikh/and)