Tanggapan Wanda Hamidah yang Disebut Bodoh Tak Paham Polis Asuransi

ikh - INSERTLIVE
Rabu, 13 Oct 2021 12:15 WIB
wanda hamidah Tanggapan Wanda Hamidah Usai Disebut Bodoh Tak Paham Polis Asuransi / Foto: Instagram @wanda_hamidah
Jakarta, Insertlive -

Wanda Hamidah belum lama ini mengaku kesal karena merasa ditipu perusahaan asuransi Prudential. Kekesalan itu bermula dari Wanda yang tak bisa mencairkan dana asuransi sesuai dengan kebutuhan biaya operasi anak.

Kekesalan Wanda itu langsung jadi viral dan perbincangan hangat publik. Namun kasus ini juga membuat Wanda jadi bahan hujatan oleh sebagian orang yang bekerja di perusahaan asuransi.

Wanda lantas disebut bodoh karena sudah sekolah tinggi tapi tak paham dengan sistem polis asuransi. Hal itu justru tak membuat Wanda merasa gentar dan takut untuk bersuara di media sosial.


"Kumpulin dulu deh bullying para agen yang bilang saya sekolah tinggi-tinggi tapi bodoh nggak bisa baca polis, nggak bisa bedain asuransi dan tabungan," tulis Wanda Hamidah di Instagram Stories yang dikutip Insertlive pada Rabu (13/11).

Wanda juga disebut telah menyebarkan fitnah terhadap perusahaan asuransi tersebut. Ia bahkan dinilai bisa terancam UU ITE karena pencemaran nama baik.

"Saya fitnah, mau dijerumuskan ke penjara karena pencemaran nama baik pakai UU ITE. Apa lagi? Apa lagi? Masih dikit nih..Ayo-ayo bring it on," ungkap Wanda.

Meski begitu pihak perusahaan Prudential berujar sudah menyampaikan tanggapan terhadap keluhan Wanda.Mengutip  CNBC, Luskito Hambali selaku Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia menjelaskan bahwa klaim rawat inap dan manfaat pembedahan atas polis yang dimiliki nasabah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Dapat kami pastikan, besaran biaya yang di-cover dari manfaat klaim rawat inap dan manfaat pembedahan diberikan sesuai dengan plan yang dimiliki nasabah dan ketentuan polis," kata Luskito dilansir dari CNBC yang dikutip pada Senin (11/10).

"Semua hal itu dilakukan oleh Prudential Indonesia sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tutup Luskito.

(ikh/syf)
Tonton juga video berikut:
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER