Belum Lama Jadi WNI, Ini Perjalanan Dakwah Syekh Ali Jaber
Belum Lama Jadi WNI, Ini Perjalanan Dakwah Syekh Ali Jaber
Duka masih dirasakan masyarakat Indonesia atas kepergian Syekh Ali Jaber pada hari ini, Kamis (14/1).
Kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia dibagikan Ustaz Yusuf Mansur lewat video di laman Instagramnya. Pendakwah ternama itu mengembuskan napas terakhirnya di RS Yarsi, Jakarta.
Diketahui sebelum meninggal, Syekh Ali sempat mengalami kritis hingga memerlukan alat bantu jantung.
Kepergian Syekh Ali pun menorehkan luka di hati banyak orang. Hal itu dikarenakan banyak kebaikan yang diberikan almarhum kepada banyak orang lewat ceramahnya.
Lalu seperti apa perjalanan dakwah Syekh Ali Jaber?
1. Sekolah di Arab
Syekh Ali Jaber lahir pada 3 Februari 1976 atau 3 Shafar 1396 H di Madinah, Arab Saudi. Pedakwah bernama lengkap Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini adalah anak sulung dari 12 bersaudara.
Syekh Ali menjalani pendidikan formal di Ibtidaiyah hingga Aliyah di Madinah. Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Al Quran pada ulama dan tokoh terkemuka di Arab.
2. Hafal Al Quran
Sejak kecil, Syekh Ali sudah mempelajari Al Quran. Dengan ajaran keras dari ayah. Sang ayah bahkan memukul Syekh Ali jika sang putra tidak menjalankan ibadah salat.
Hingga akhirnya, Syekh Ali paham dan sadar jika memahami Al Quran dan menjalankan salat adalah kebutuhannya. Di usia yang baru menginjak 11 tahun, Syekh Ali pun mampu menghafal 30 juz Al Quran.
3. 2012 Jadi WNI
Sadar menjadi anak pertama dari 12 bersaudara, Syekh Ali pun melanjutkan perjuangan sang ayah untuk menyiarkan Islam.
Ia juga memiliki masjid besar di Arab untuk menyiarkan Islam. Lama berdakwah di Arab, Syekh Ali Jaber pun datang ke Indonesia.
Ia datang ke Tanah Air pada 2008 silam dan mulai melakukan dakwah di berbagai kota di Indonesia.
Hingga pada 2012, Syekh Ali Jaber resmi menjadi seorang Warga Negara Indonesia atau WNI.
4. Kasus Penusukan & Terinfeksi COVID-19
Pada 13 September lalu, Syekh Ali Jaber sempat mengalami kasus penusukan. Syekh Ali ditusuk orang tak dikenal saat berceramah di Bandar Lampung.
Syekh Ali pun mengalami luka di bagian lengan kanan. Sementara tersangka yang bernama Alfin Andrian telah diamankan pihak kepolisian.
Beberapa bulan kemudian, Syekh Ali Jaber dinyatakan positif COVID-19 pada 29 Desember lalu.
Syekh Ali pun menjalani perawatan di rumah sakit. Sempat berembus kabar jika Syekh Ali mengalami kritis dalam perjuangannya melawan virus Corona.
Namun dikabarkan kembali jika kondisi Syekh Ali membaik. Hingga akhirnya, Syekh Ali Jaber mengembuskan napas terakhirnya hari ini, Kamis (14/1).
Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam keadaan negatif COVID-19.
(agn/fik)