Ini Lo Sebabnya Banyak Orang Nggak Sadar Bahaya OTG COVID-19

arm - INSERTLIVE
Minggu, 22 Nov 2020 10:00 WIB
Pengendara melintasi mural bertema COVID 19 di Jalan Cakung Cilincing Barat, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2020). Mural masih dianggap menjadi sarana edukasi kesehatan yang tepat bagi warga untuk menjaga diri dari penularan virus Covid 19.
Jakarta, Insertlive -

Di tengah pandemi Corona, masih ada segelintir orang yang menganggap orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 tidak menularkan penyakit.

Sejumlah orang juga berpikir penularan virus asal Wuhan, China ini hanya terjadi saat seseorang batuk atau bersin.

Hal tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan oleh AC Nielsen yang bekerja sama dengan UNICEF.


Survei tersebut mengungkap adanya kesalahan persepsi pada sebagian orang yang menganggap orang tanpa gejala (OTG) tidak bisa menularkan penyakit dan hal itu membuat mereka abai dalam menjaga jarak.

"Yang tidak kalah menonjol adalah salah persepsi, saya sehat atau orang lain sehat kenapa harus jaga jarak. Kelihatannya konsep orang tanpa gejala (OTG) masih belum betul-betul berada di benak masyarakat," ungkap Konsultan UNICEF Risang Rimbatmaja dikutip dari situs covid19.go.id.

Selain itu, sebanyak 71 persen responden berpikir penularan COVID-19 hanya bisa terjadi melalui orang yang batuk dan bersin.

Hanya 23-25 persen responden yang menyadari penularan COVID-19 dapat melalui berbicara dan bernapas.

Temuan ini mengungkap alasan mengapa jaga jarak dianggap tidak terlalu perlu saat berbicara dengan orang lain selama lawan bicara tidak batuk atau bersin.

Berkaca dari hasil survei tersebut, Insertizen hendaknya lebih peka pada informasi terkait penyebaran COVID-19.

Juga selalu terapkan protokol kesehatan 3M secara lengkap, yaitu #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitanganpakaisabun, sesuai imbauan Satgas COVID-19.

[Gambas:Video Insertlive]



(arm/arm)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER