5 Fakta Hasil Autopsi Mantan Istri Sule, Lina Jubaedah
5 Fakta Hasil Autopsi Mantan Istri Sule, Lina Jubaedah
Hasil autopsi mantan istri Sule, Lina Jubaedah akhirnya rampung. Hasil autopsi pun langsung diumumkan oleh pihak Polda Jawa Barat di Polrestabes Bandung, Jumat (31/1).Dari hasil autopsi tersebut, terungkap berbagai fakta mengenai kematian Lina, mulai dari penyakit-penyakit yang diderita Lina hingga tak ditemukannya tanda-tanda kekerasan serta zat beracun di tubuh ibu lima orang anak tersebut.
Buat Insertizen yang penasaran hasil lengkap autopsi jenazah Lina Jubaedah, berikut ini Insertlive rangkum menjadi 5 fakta. Yuk cek di halaman selanjutnya.
1. Lina Jubaedah meninggal karena sakit
Hasil autopsi yang dilakukan pihak Polda Jawa Barat menunjukkan bahwa Lina Jubaedah murni meninggal dunia karena penyakit. Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh Lina. Selain itu, ditemukan beberapa penyakit di antaranya hipertensi kronis, tukak lambung, hingga batu empedu.2. Sudah derita hipertensi sejak hamil anak Teddy
Dari keterangan dokter forensik, dr. Fahmi, diketahui bahwa Lina Jubaedah sudah menderita hipertensi sejak mengandung buah hatinya dengan Teddy, Delina Bintang Aura Putri.
Hal ini diketahui setelah dilakukan penelusuran keterangan dokter kandungan Lina, yang dulu sempat meminta mantan istru Sule itu melahirkan secara caesar karena menderita hipertensi.
Namun kala itu Lina tetap memilih persalinan normal. "Dari hasil pemeriksaan kita bahwa yang bersangkutan sebelum beliau ini melahirkan sudah terdeteksi penyakit hipertensi. Dokter menyampaikan bahwasanya supaya almarhum melahirkan dengan cara caesar, namun almahum bersikeras untuk melahirkan normal," ujar dr. Fahmi.
3. Jenazah Lina sudah membusuk saat dilakukan autopsi
Jenazah Lina Jubaedah juga diketahui sudah membusuk saat menjalani proses autopsi. Pembusukan pun sudah menjalar hingga ke jaringan otot jantung Lina hingga sedikit menyulitkan ahli forensik untuk memeriksanya.
"Kemudian tidak ditemukan penyumbatan pembuluh darah jantung serta gambaran serangan jantung yang akut karena jaringan otot jantung telah mengalami pembusukan," ujar Kombes Erlangga.
4. Laporan Rizky Febian Gugur
Keluarnya hasil autopsi Lina Jubaedah yang menyatakan bahwa wanita 42 tahun itu meninggal karena penyakit otomatis menggugurkan laporan Rizky Febian yang menduga sang bunda meninggal karena pembunuhan.
Gugurnya laporan Rizky dengan pasal 388 soal pembunuhan dan 340 KUHP soal pembunuhan berencana dikarenakan polisi tak menemukan satu pun tindak pidana di balik kematian Lina.
"Dari hasil penyidikan, penyelidikan dan alat bukti yang didapat terharap laporan polisi pada 6 Januari 2020 atas pelapor Rizky Febian terhadap dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau pembunuhan berencana sesuai Pasal 338 340 KUHP tidak terbukti, karena peristiwa itu bukan tindak pidana," tegas Kombes Erlangga.
5. Lebam di tubuh Lina merupakan hal biasa
Salah satu penyebab Rizky Febian melaporkan kematian Lina Jubaedah ke polisi adalah ditemukannya lebam di jenazah Lina. Namun dalam keterangan persnya, ahli forensik menyebut bahwa lebam itu adalah hal biasa.
"Jadi hal yang paling penting dari dari kasus ini, karena pemahaman yang salah tentang lebam. Mungkin dipikir lebam karena kekerasan karena sering menganggap lebam sama dengan memar," ucap dokter forensik Rumah Sakit Sartika Asih Bandung, Fahmi Arif, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (31/1)
Hal wajar ini dikarenakan setiap orang yang meninggal pasti mengalami pemberhentian darah hingga memunculkan lebam di tubuh.
"Lebam adalah hal yang normal terjadi pasca orang meninggal dan itu timbul 20-30 menit pasca kematian. Kenapa bisa? Karena ada suatu daerah caviler dan berhenti darahnya dan itu memberikan pewarnaan pada kulit. Normalnya pewarnaan itu red purple malah keunguan," katanya.
(dia/fik)