Pekerja di Negara Ini Susah Kaya, meski Gaji Rp85 Juta per Bulan

Insertlive | Insertlive
Kamis, 02 Jun 2022 12:06 WIB
Construction Site in Zurich City
Jakarta, Insertlive -

Setiap karyawan pasti mendambakan punya penghasilan sebesar di atas Rp50 juta setiap bulan.

Rata-rata warga di Swiss ternyata punya penghasilan mencapai Rp85 juta sebulan.

Meski begitu, jumlah gaji sebesar itu ternyata tak mampu membuat warga Swiss beranjak kaya raya.


Biaya hidup yang tinggi di Swiss rupanya menjadi salah satu alasan banyak warga Swiss yang tak merasa kaya meski bergaji di atas Rp50 juta.

Bahkan, Swiss sudah terkenal menjadi salah satu negara dengan biaya hidup termahal di dunia.

Data survei pada 2020 menyebutkan bahwa kota-kota seperti Bern, Zurich, dan Geneva menjadi tempat dengan biaya hidup termahal di Swiss.

Construction Site in Zurich CityConstruction Site in Zurich City/ Foto: Getty Images/Michael Reinhard

Biaya hidup yang dihabiskan warga Swiss sekitar 1.500 CHF atau sekitar Rp22 juta setiap bulan.

Pengeluaran terbesar dari hampir semua warga Swiss ternyata dihabiskan untuk kebutuhan biaya sewa rumah.

Dilansir dari Internations.org, warga Swiss rata-rata mengeluarkan biaya 2.000 CHF atau sekitar Rp30 juta setiap bulan untuk biaya sewa apartemen dengan satu kamar.

Selain itu, harga pangan di Swiss juga terbilang mahal. Harga 12 butir telur bisa mencapai sekitar Rp107 ribu, dan setengah kilo daging ayam bisa menembus sekitar Rp200 ribu.

Penduduk yang masuk dalam kategori keluarga sejahtera di Swiss ternyata wajib membayar asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga dana pensiun untuk jaminan hari tua.

Tingkat produktivitas warga Swiss juga berdasarkan jumlah pendapatan yang tinggi. Bahkan besarnya gaji juga akan menentukan nominal dana pensiun yang didapatkan warga.

Meski begitu, semua warga Swiss berhak menerima dana tunjangan di hari tua. Tunjangan di hari tua itu bisa mencapai 2.500 CHF atau sekitar Rp37 juta untuk jatah setiap bulan.

Namun, tingginya angka gaji juga akan menentukan seberapa besar pajak yang harus dibayarkan.

Para pekerja di Swiss juga mendapatkan jaminan hidup dari pemerintah. Biaya jaminan yang diberikan pemerintah itu diambil dari gaji karyawan yang punya gaji 4-5 kali lebih besar dari penerima bantuan tersebut.

Subsidi silang tersebut yang membuat tidak ada warga Swiss yang akan merasa hidup susah atau kekurangan makan.

(ikh/and)
Tonton juga video berikut:
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
UPCOMING EVENT Lebih lanjut
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER