Keinginan Terakhir BJ Habibie pada Sekpri Rubijanto
Egy Atmaja |
Insertlive
Jakarta
-
Usai menggelar doa bersama Sekretaris Pribadi Rubijanto, mengutarakan keinginan terakhir BJ Habibie sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Rubijanto mengatakan jika beberapa hari sebelum kepergiannya, BJ Habibie menginginkan sebuah ponsel agar ia bisa berhubungan dengan dunia luar.
"Tanggal 5 dan 8 September ini sebelum Beliau dipanggil masih meminta handphone, Beliau mengatakan saya bisa gila karena saya harus berinteraksi dengan dunia luar," cerita Rubijanto di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).
"Berapa WA masuk ke saya, saya harus terima dan saya harus jawab, berapa email yang masuk saya harus buka dan jawab, Beliau masih berpikir tentang kepentingan nasional dan kepentingan Internasional selain handphone juga laptop dia bawa," sambung ceritanya.
"Beliau mengatakan 'saya sakit, badan saya sakit, tapi otak saya tidak sakit'," ucap BJ Habibie pada Rubijanto.
Rubijanto juga mengaku jika BJ Habibie masih bersemangat memikirkan Indonesia disaat ia harus berjuang melawan penyakitnya. "Masih sangat bersemangat," tutup Sekpri Rubijanto.
(agn/agn)
Sekpri Rubijanto/ Foto: Egy Atmaja |
Advertisement
"Tanggal 5 dan 8 September ini sebelum Beliau dipanggil masih meminta handphone, Beliau mengatakan saya bisa gila karena saya harus berinteraksi dengan dunia luar," cerita Rubijanto di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).
"Berapa WA masuk ke saya, saya harus terima dan saya harus jawab, berapa email yang masuk saya harus buka dan jawab, Beliau masih berpikir tentang kepentingan nasional dan kepentingan Internasional selain handphone juga laptop dia bawa," sambung ceritanya.
"Beliau mengatakan 'saya sakit, badan saya sakit, tapi otak saya tidak sakit'," ucap BJ Habibie pada Rubijanto.
Rubijanto juga mengaku jika BJ Habibie masih bersemangat memikirkan Indonesia disaat ia harus berjuang melawan penyakitnya. "Masih sangat bersemangat," tutup Sekpri Rubijanto.
(agn/agn)
Sekpri Rubijanto/ Foto: Egy Atmaja