Advertisement

Aktris AI Tilly Norwood Tuai Kecaman Usai Jadi Pemeran Utama Film Layar Lebar

asw | Insertlive
Aktris AI Hollywood Tilly Norwood buatan studio AI Xicoia, anak perusahaan Particle6 yang dipimpin Eline van der Valden.
Aktris AI Tilly Norwood Tuai Kecaman Usai Jadi Pemeran Utama Film Layar Lebar/Foto: dok. Instagram @tillynorwood
Jakarta -

Perdebatan soal penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di industri kreatif kini memasuki babak baru yang makin panas. Industri perfilman, khususnya Hollywood kini berdebat soal karakter berbasis AI yang dijadikan pemeran utama film layar lebar.

Sosok karakter itu adalah Tilly Norwood, aktris virtual berbasis AI yang sejak awal kemunculannya telah memancing polemik di kalangan sineas. Tilly Norwood kembali jadi sorotan usai ditunjuk untuk menjadi bintang utama film layar lebar bertajuk Misaligned.

Film tersebut diproduksi oleh Particle 6, sebuah studio teknologi dari London, Inggris yang juga merupakan pencipta sosok Tilly Norwood.

Meski langkah ini menjadi gebrakan baru untuk teknologi AI, tak sedikit yang juga melayangkan protes keras karena sebuah entitas digital ditempatkan sebagai penggerak utama cerita untuk film berdurasi panjang.

Advertisement

Namun yang menarik, alur cerita film ini seolah mencerminkan kontroversi di dunia nyata terkait Tilly Norwood. Film ini menggunakan latar dunia digital surealis bernam Tillyverse dan mengikuti kisah Tilly, seorang entitas Ai yang tak memiliki bentuk fisik ataupun ingatan masa lalu.

Tilly hanya memiliki akses ke memori kolektif manusia, dan konflik pun muncul ketika sebuah bot nakal dari dark web berupaya untuk memengaruhi Tilly agar melanggar batas sistem proteksi. Akibatnya, Tilly mulai mengembangkan emosi, hasrat, hingga ambisi bak manusia seutuhnya.

Meski proyek film ini menuai kecaman, CEO Particle 6 sekaligus sutradara Misaligned, Eline van der Velden menegaskan bahwa proyek ini tak berniat menyingkirkan pekerja kreatif.

Pasalnya, film ini digarap dengan metode hibrida yang menggabungkan teknologi AI dengan keahlian para sineas tradisional, seperti penulis skenario, sutradara, hingga editor manusia.

"Aktris AI hanya wadah atau medium baru. Kita tetap membutuhkan jiwa, intuisi, dan kreativitas luar biasa dari manusia agar teknologi ini bisa menghasilkan sebuah karya seni yang premium," ujat Van der Velden, dikutip Selasa (7/7).

"Tujuan kami adalah menjadikan Tilly Norwood sebagai ikon besar berikutnya, layaknya Scarlett Johansson atau Natalie Portman di masa depan," sambungnya.

Ambisi besar Particle 6 pun langsung mendapatkan kecaman keras dari serikat pekerja aktor Amerika Serikat, SAG-AFTRA dan sejumlah selebritas papan atas. Mereka menyebut penggunaan karakter AI sebagai pemeran utama adalah ancaman nyata bagi mata pencaharian para aktor.

Misaligned sendiri telah memasuki tahap awal pengembangan dan dipastikan akan terus menuai perdebatan besar soal etika, hak cipta, hingga masa depan para pekerja kreatif di era digital.

(asw/dis)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement