Cerita Mengejutkan James Cameron di Awal Karier, Sempat Diminta Bagikan Narkoba
Produser dan sutradara film ternama James Cameron ternyata punya kisah menarik pada awal kariernya di Hollywood. Lewat wawancara bersama dengan Entertainment Weekly beberapa waktu lalu, kreator waralaba film Avatar itu mengungkapkan kisahnya.
Pada tahun 1980-an, Cameron memulai kariernya sebagai seorang desainer produksi. Ia pun sempat berpartisipasi dalam film kelas B garapan Roger Corman, Battle Beyond the Stars sebagai desainer produksi.
Namun yang mengejutkan, James Cameron ditunjuk sebagai desainer produksi hanya dua minggu sebelum dimulai. Pendahulunya ia sebut dipecat karena dinilai bekerja terlalu lambat.
"Semua set belum jadi dan aku berpikir, 'Ya sudah, aku sepertinya lompat ke dalam api. Kita kerjakan saja', dan mereka bahkan memintaku untuk bekerja di jam empat pagi," kenang Cameron, dikutip Sabtu (6/6).
Namun yang mengejutkan, Cameron mendapatkan 'tugas tambahan' tak terduga di hari pertamanya bekerja. Ia diminta oleh manajer produksi untuk membagikan obat-obatan terlarang, yakni kokain dan amfetamin ke kru film.
"Dia meletakkan semua barang itu di atas meja. Aku bingung dan bertanya. 'Tunggu, apa yang harus aku lakukan dengan barang-barang ini?'," ungkap Cameron.
Cameron mengungkapkan bahwa manajer produksi kala itu dengan santai menuturkan bahwa narkoba itu bukan untuk dikonsumsi pribadi oleh Cameron, tetapi untuk dibagikan kepada para kru film agar mereka bisa terus bekerja tanpa henti.
Menurut James Cameron, praktik menggunakan narkoba kala itu merupakan hal yang lumrah. Hal ini karena para kru diminta bekerja nyaris sepanjang malam tanpa henti untuk memenuhi target produksi yang tinggi, tetapi dengan biaya yang rendah.
Terjebak dalam situasi yang menyulitkan, Cameron akhirnya menolak untuk membagikan barang haram itu. Ia kemudian menyerahkan tugas membagikan narkoba ke asistennya.
Cameron sendiri mengaku bisa tetap segar dan bekerja hanya dengan kopi. Pengalaman ini pun menjadi hal tak terlupakan.
"Aku bilang kepada asistenku, 'Kau saja yang mengurus ini', dan ternyata dia tahu cara membaginya dengan adil kepada kru," beber Cameron sambil tertawa.
Hal unik lain yang diungkap Cameron adalah tentang reputasi seorang desainer produksi pada masa itu. menurutnya, reputasi desainer produksi atau direktur seni untuk film kala itu dinilai dari seberapa adil mereka membagikan narkoba kepada anak buahnya.
Pengalaman unik sekaligus gila ini pun menjadi kenangan awal karier James Cameron yang tak bisa dilupakan.
(asw)