Heboh Trump Intervensi FIFA Batalkan Kartu Merah Pemain Timnas Amerika di Pildun 2026
Keputusan mengejutkan datang dari FIFA menjelang pertandingan Tim Nasional Amerika Serikat melawan Belgia di Piala Dunia.
Badan sepak bola dunia itu membatalkan hukuman larangan bermain yang sebelumnya dijatuhkan kepada striker Folarin Balogun, sehingga sang pemain dipastikan bisa kembali memperkuat timnya.
Keputusan tersebut langsung memicu perhatian karena disebut-sebut berkaitan dengan campur tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut sejumlah laporan media Amerika, Trump meminta FIFA meninjau kembali hukuman yang diterima penyerang berusia 25 tahun itu.
Trump pun menyambut baik keputusan FIFA melalui akun Truth Social miliknya.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membatalkan ketidakadilan besar!" tulis Trump.
Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada Rabu.
Akibat pelanggaran tersebut, pencetak gol terbanyak Timnas AS itu harus meninggalkan lapangan dan otomatis dijatuhi hukuman larangan tampil satu pertandingan tanpa hak mengajukan banding.
Namun, FIFA kemudian mengambil langkah yang belum pernah terjadi selama lebih dari enam dekade penyelenggaraan Piala Dunia.
Melalui pernyataan resminya, FIFA mengumumkan bahwa hukuman tersebut ditangguhkan sehingga Balogun tetap dapat dimainkan pada pertandingan berikutnya.
"Pelaksanaan skorsing pertandingan untuk pemain AS Folarin Balogun ditangguhkan untuk masa percobaan satu (1) tahun," demikian pernyataan FIFA.
FIFA menjelaskan keputusan tersebut mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memberikan kewenangan kepada badan peradilan untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin, baik seluruhnya maupun sebagian.
Laporan The New York Times menyebut Donald Trump menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada Rabu untuk meminta peninjauan terhadap hukuman Balogun.
Laporan serupa juga disampaikan jurnalis olahraga Ben Jacobs yang menyebut Gedung Putih ikut menghubungi Infantino terkait kasus tersebut.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang dikutip media setempat mengatakan pemerintah memberikan bukti tambahan kepada FIFA.
Informasi itu kemudian menjadi bagian dari pertimbangan Komite Disiplin FIFA sebelum memutuskan mencabut skorsing Balogun.
Pejabat tersebut menjelaskan perhatian pemerintah tertuju pada proses peninjauan tayangan ulang oleh wasit sebelum kartu merah dikeluarkan.
"Pada akhirnya, hasil yang benar dan tepat telah tercapai," ujar pejabat tersebut.
Hubungan Donald Trump dengan Gianni Infantino memang dikenal cukup dekat.
Presiden FIFA itu bahkan pernah memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump pada 2025, sehingga kabar mengenai komunikasi langsung keduanya dalam kasus Balogun semakin menjadi sorotan publik.
Dengan dicabutnya hukuman tersebut, Folarin Balogun kini dipastikan dapat memperkuat Timnas Amerika Serikat saat menghadapi Belgia dalam laga penting Piala Dunia.
(ikh/ikh)