Advertisement

Hong Myung-bo Pelatih Korea Selatan Diteror Ancaman Pembunuhan Usai Gagal di Pildun 2026

Insertlive | Insertlive
Hong Myung-bo
Hong Myung-bo Pelatih Korea Selatan Diteror Ancaman Pembunuhan Usai Gagal di Pildun 2026 / Foto: Instagram/fabrizioromshhw
Jakarta -

Pulangnya tim nasional Korea Selatan setelah tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026 berlangsung di bawah pengamanan luar biasa.

Kepolisian mengerahkan ratusan personel di Bandara Internasional Incheon menyusul ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada mantan pelatih tim, Hong Myung-bo.

Situasi tersebut menjadi buntut kekecewaan publik atas kegagalan Taeguk Warriors melangkah ke babak 16 besar.

Ancaman yang beredar melalui unggahan di internet bahkan menyebut pelaku akan mendatangi bandara saat Hong tiba bersama rombongan tim.

Advertisement

Kepolisian Metropolitan Incheon mengonfirmasi telah menyiagakan sekitar 160 personel antihuru-hara bersama petugas keamanan bandara.

Sebanyak 25 personel keamanan tambahan juga dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi yang membahayakan keselamatan.

"Kami memutuskan mengerahkan personel untuk mencegah insiden keselamatan yang mungkin terjadi selama proses kedatangan. Kami akan menindak tegas segala tindakan melanggar hukum, termasuk pelemparan benda," demikian pernyataan kepolisian yang dikutip dari Yahoo Sport News, Selasa (30/6).

Menurut laporan Yonhap, ancaman itu muncul lewat unggahan di internet yang disertai klaim bahwa pelaku akan datang ke Bandara Incheon pada hari kepulangan sang pelatih.

"Saya akan membunuh Hong Myung-bo," bunyi ancaman tersebut.

Kemarahan suporter bermula setelah Korea Selatan gagal lolos dari fase grup. Padahal, perjalanan mereka sempat menjanjikan usai menang 2-1 atas Republik Ceko pada laga pembuka.

Harapan itu kemudian sirna setelah Korea Selatan menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing 0-1 dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Hasil tersebut membuat mereka gagal melaju ke babak 16 besar, bahkan tidak berhasil mengamankan tiket sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Laga kontra Afrika Selatan menjadi titik balik yang memicu gelombang kritik. Hong Myung-bo membuat keputusan mengejutkan dengan mencadangkan kapten sekaligus penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, padahal Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke fase gugur.

Keputusan lain yang juga dipersoalkan adalah penarikan bek andalan Kim Min-jae ketika tim sedang tertinggal tanpa memasukkan pemain dengan karakter menyerang.

Banyak suporter menilai strategi tersebut menghilangkan peluang Korea Selatan untuk mengejar ketertinggalan.

Kritik kemudian berkembang menjadi petisi daring yang mendesak Hong mundur dari kursi pelatih.

Setelah melalui proses evaluasi, Hong akhirnya mengundurkan diri pada Minggu (28/6), menjadi pelatih keempat yang memilih mundur setelah timnya gagal memenuhi target di Piala Dunia 2026.

Kegagalan tersebut juga memancing reaksi keras dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.

Melalui media sosial X, ia mengaku sangat kecewa dan memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kegagalan tim nasional.

"Saya bukan hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini. Saya benar-benar tidak habis pikir. Ketika loyalitas dan kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten ditempatkan pada posisi kepemimpinan, hasil seperti ini hampir tidak bisa dihindari," tulis Lee.

Presiden juga meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan melakukan penyelidikan menyeluruh sekaligus menyiapkan langkah perbaikan agar kegagalan serupa tidak kembali terulang.

Kontroversi itu turut menghidupkan kembali polemik pengangkatan Hong Myung-bo sebagai pelatih pada 2024.

Sebelumnya, Pengadilan Administratif Seoul menyatakan proses penunjukan Hong maupun pendahulunya, Jürgen Klinsmann, dilakukan secara tidak semestinya karena Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea, Chung Mong-gyu, dianggap mengabaikan prosedur yang berlaku.

Rekam jejak Hong di Piala Dunia pun kembali menjadi sorotan. Saat menangani Korea Selatan pada edisi 2014 di Brasil, timnya gagal meraih satu kemenangan dan menutup turnamen sebagai juru kunci grup yang dihuni Belgia, Aljazair, dan Rusia.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement