Advertisement

Piala Dunia 2026, Ribuan Fans Iran Terancam Gagal Dukung Timnas Langsung

Yogi Alfian | Insertlive
FILE PHOTO: The New York/New Jersey's FIFA World Cup 2026 logo is revealed during the kickoff event in Times Square in New York City, U.S., May 18, 2023.  REUTERS/Brendan McDermid/File Photo
Drama Piala Dunia 2026, Ribuan Fans Iran Terancam Gagal Dukung Timnas Langsung (Foto: FIFA)
Jakarta -

Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, kontroversi muncul setelah sejumlah tiket pertandingan yang sebelumnya dialokasikan untuk pendukung Timnas Iran dilaporkan dibatalkan. Keputusan tersebut membuat banyak suporter Iran terancam tidak bisa menyaksikan langsung perjuangan tim kesayangan mereka di Amerika Serikat.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada 11 Juni. Timnas Iran akan memulai perjalanan mereka di Grup G dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni. Kedua pertandingan tersebut akan digelar di Los Angeles.

Namun, suasana menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia itu justru diwarnai polemik. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya telah memulai proses distribusi dan penjualan tiket kepada para pendukung. Akan tetapi, keputusan mendadak terkait pembatalan alokasi tiket membuat proses tersebut terhenti.

Dalam pernyataan resminya, FFIRI menyampaikan kekecewaan atas kebijakan tersebut.

Advertisement

"Mencabut akses pendukung Iran terhadap alokasi tiket yang resmi dan sah mereka merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat Piala Dunia dan prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta," kata FFIRI.

Federasi Iran juga menilai keputusan itu memunculkan pertanyaan besar mengenai kemungkinan adanya faktor di luar sepak bola yang mempengaruhi penyelenggaraan turnamen.

"Pembatalan tiket ini menimbulkan pertanyaan serius tentang campur tangan pertimbangan non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan acara sepak bola terbesar di dunia."

Sebagai informasi, setiap negara peserta Piala Dunia biasanya mendapatkan sekitar 8 persen dari total tiket pertandingan tim mereka. Tiket tersebut kemudian didistribusikan kepada para suporter sesuai aturan masing-masing federasi.

Meski mengkritik keputusan tersebut, FFIRI tidak secara langsung menyebut pihak yang bertanggung jawab atas penahanan tiket. Mereka justru mendesak FIFA agar tetap menjaga netralitas dan memastikan seluruh peserta diperlakukan secara adil.

Federasi Iran juga meminta FIFA untuk mencegah berbagai persoalan di luar lapangan mencoreng jalannya kompetisi yang seharusnya menjadi ajang pemersatu masyarakat dunia.

Sebelumnya, partisipasi Iran di Piala Dunia memang sempat diliputi ketidakpastian. Situasi geopolitik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat berbagai persiapan tim nasional terganggu.

Bahkan, Iran sempat mempertimbangkan memindahkan kamp pelatihan mereka dari Arizona ke Meksiko karena belum ada kepastian terkait izin masuk ke Amerika Serikat.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, pemerintah Amerika Serikat akhirnya memberikan visa kepada seluruh pemain Timnas Iran sekitar 10 hari sebelum laga perdana mereka. Namun, beberapa anggota staf tim dilaporkan tetap tidak mendapatkan izin visa.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana FIFA akan menyikapi polemik tersebut. Banyak pihak berharap masalah administrasi dan politik tidak mengganggu jalannya Piala Dunia, sehingga fokus utama tetap berada pada pertandingan dan semangat sportivitas di lapangan.

(yoa/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement