Advertisement

Tak Disangka, Ikan Sapu-Sapu Jadi Hidangan Tradisional di Beberapa Negara

ARM | Insertlive
Warga menjaring ikan di kali Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (4/5/2021). Kegiatan mencari ikan ini dilakukan sejak pagi hingga sore hari.
Tak Disangka, Ikan Sapu Sapu Jadi Hidangan Tradisional di Beberapa Negara (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Ikan sapu-sapu sedang menjadi topik hangat perbincangan setelah Provinsi DKI Jakarta melakukan pemusnahan massal ikan sapu-sapu, hampir 7 ton pada April 2026.

Ikan tersebut dianggap hama lantaran berstatus spesies invasif yang merusak ekosistem hingga dimusnahkan dengan cara dibelah dua kemudian dikubur dalam tanah.

Ikan sapu-sapu yang berada di sungai Jakarta dianggap tidak layak konsumsi karena hidup di perairan yang tercemar.

Ikan yang dikategorikan ikan dasar (bottom feeder) ini diketahui memakan lumpur, limbah, dan sisa organik yang berpotensi menyerap logam berat, seperti merkuri, timbal, hingga kadmium.

Advertisement

Zat tersebut bisa menimbulkan dampak negatif pada manusia jika dikonsumsi. Jangka pendek, bisa menyebabkan keracunan, dan jangka panjang berisiko merusak organ tubuh hingga bersifat karsinogenetik.

Meskipun di Indonesia ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi, di beberapa negara, ikan ini ternyata menjadi makanan khas.

Di Meksiko, ikan sapu-sapu dikenal dengan nama Pez Diablo yang dimasak menjadi hidangan seperti sup atau taco.

Untuk mengatasi tekstur ikan sapu-sapu yang keras, biasanya dibutuhkan waktu memasak yang cukup lama.

Selain Meksiko, di kawasan Amerika Selatan, ikan ini juga menjadi menu favorit. Secara umum, ikan sapu-sapu diolah menjadi sup atau rebusan yang dimasak dengan santan, umbi-umbian, dan rempah untuk memperkaya rasa.

Ikan sapu-sapu juga memiliki beberapa nama berbeda tergantung wilayahnya, di Venezuela disebut Corroncho, di Guanya dijuluki Hassa, di Trinidad memiliki nama Casadoo atau Casadura, dan di Brasil disebut tamuata.

Ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan menjadi bagian dari kuliner tradisional di beberapa negara tersebut karena berasal dari perairan yang bersih, berbeda dengan di Indonesia yang tidak direkomendasikan menyangkut kualitas lingkungan habitatnya.

(arm)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement