Hotel Mewah Ikonik Dubai Terkena Dampak Konflik Iran vs AS-Israel
Sebuah hotel ikonik di Dubai, Burj Al Arab terkena dampak dari konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Burj Al Arab mengalami kerusakan ringan usai sebuah drone yang menyerang wilayah tersebut berhasil diblokir.
Puing-puing ledakan drone tersebut mengakibatkan kebakaran kecil di bagian luar gedung. Hal ini terjadi usai Iran melakukan serangan balasan terhadap AS dan Israel yang melebar ke kawasan Teluk, termasuk Dubai pada Sabtu (28/2) kemarin.
Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi. Dan dikabarkan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Burj Al Arab merupakan hotel mewah yang menjadi ikon Dubai dan salah satu bangunan paling terkenal di dunia. Hotel ini dibangun pada 1 Desember 1999, di atas sebuah pulau buatan di lepas pantai Jumeirah Beach dan terhubung ke daratan melalui jembatan privat.
Hotel ini memiliki desain yang ikonik menyerupai layar kapal yang sedang terkembang, mencerminkan visi Dubai untuk menampilkan kemewahan dan modernitas di tingkat global. Burj Al Arab kerap disebut sebagai salah satu hotel tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 321 meter.
Burj Al Arab juga memiliki fasilitas supermewah, seperti suite-suite besar dengan pemandangan laut, layanan butler pribadi, restoran bintang Michelin, helipad, dan kolam renang yang ikonik.
Burj Al Arab juga memiliki interior mewah dengan penggunaan emas, marmer, dan karya seni eksklusif. Tak hanya menjadi tempat menginap bagi tamu internasional kelas atas, hotel ini juga menjadi landmark yang sering muncul di media dan promosi pariwisata Dubai.
(kpr/kpr)