Advertisement

Mengenal Munggahan yang Sering Dilakukan Jelang Puasa Ramadan

Nastiti Swasiwi Nurfiranti | Insertlive
Ilustrasi Ramadan
Mengenal Munggahan yang Sering Dilakukan Jelang Puasa Ramadan (Foto: HaiBunda/ Annisa Shofia)
Jakarta -

Menjelang bulan Ramadan, masyarakat Indonesia melakukan beragam tradisi untuk menyambut bulan suci tersebut. Setiap dari mereka memiliki acara khas daerah sendiri, seperti Munggahan.

Munggahan merupakan salah satu kebudayaan lokal penting yang melambangkan kebersamaan dan persaudaraan.

Untuk lebih mengenal tradisi asal Jawa Barat tersebut, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Munggahan.

Arti Munggahan

Kata "Munggahan" berasal dari "Unggah", artinya berjalan naik atau keluar dari kebiasaan kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Secara tak langsung, pengertian kata "Munggah" merujuk pada proses transformasi menuju kebaikan dari bulan Sya'ban ke Ramadan untuk meningkatkan kedalaman spiritual saat menjalani ibadah puasa.

Tujuan Munggahan

Tradisi Munggahan merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah serta kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan.

Hal ini dilakukan dengan harapan agar ibadah puasa berjalan lancar dan dapat menjauhkan diri dari perilaku buruk.

Selain itu, tujuan lain dari Munggahan adalah untuk membersihkan diri dari segala dosa sekaligus sebagai wadah untuk bertoleransi antar sesama.

Bagi masyarakat Sunda, tradisi ini bermakna khusus sebagai sarana penyucian diri.

Meskipun Munggahan bukan bagian dari ajaran Islam secara langsung, tradisi lokal ini tetap memiliki nilai-nilai positif untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan interaksi sosial, dan membuka pintu maaf sesama.

Kegiatan Saat Munggahan

Munggahan menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat, khususnya bagi yang berada di perantauan.

Biasanya, masyarakat merayakan tradisi ini dengan kegiatan-kegiatan di bawah ini.

1. Bepergian ke tempat wisata

2. Membersihkan makam keluarga

3. Membersihkan seluruh anggota badan dengan keramas sebagai sunnah Rasulullah

4. Saling meminta maaf kepada orang tua, teman, sahabat, dan kerabat

5. Makan bersama anak yatim dhuafa di sekitar lingkungan tempat tinggal

6. Memberikan sedekah atau sembako kepada kaum dhuafa

7. Melakukan kegiatan renovasi atau membersihkan masjid maupun mushola

(Nastiti Swasiwi Nurfiranti/yoa)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement