Ini Jenis Keju yang Aman untuk Kolesterol Tinggi

Insertlive | Insertlive
Selasa, 17 Jan 2023 14:10 WIB
Dairy products assortment shot on rustic wooden table. Dairy products included are milk, yogurt, butter, goat cheese, mozzarella, ricotta, Parmesan cheese, emmental cheese, eggs and hard cheese. Low key DSRL studio photo taken with Canon EOS 5D Mk II and Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM
Jakarta, Insertlive -

Orang dengan kadar kolesterol tinggi harus menghindari mengonsumsi keju karena mengandung lemak jenuh.

Lemak jenuh dalam keju dapat meningkatkan kadar kolesterol tubuh dan risiko terkena penyakit kardiovaskular, yaitu penyakit yang meliputi jantung dan pembuluh darah.

Namun tenang saja, tidak semua jenis keju berisiko meningkatkan kadar kolesterol.


Jurnal British Medical Journal Nutrition Prevention & Health menerbitkan sebuah studi yang menemukan bahwa jenis keju Jarlsberg justru mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Keju Jarlsberg terbuat dari susu sapi Jarlsberg asal Norwegia Timur yang kaya dengan vitamin K2. 

Vitamin K2 dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan jantung dan tulang.

Vitamin K mampu mengaktifkan protein yang mencegah pembentukan endapan kalsium pada dinding pembuluh darah.

Melansir Express, dalam sebuah penelitian, para peneliti melibatkan 66 perempuan sehat dengan rata-rata usia 33 tahun dan rata-rata indeks massa tubuh 24 yang dinilai sebagai angka normal.

Perempuan-perempuan tersebut terbagi menjadi dua tim. Tim satu harus mengonsumi 57 gram Jarlsberg selama 6 minggu, sedangkan tim dua harus mengonsumsi 50 gram keju Camembert.

Setelah enam minggu, kedua tim tersebut saling bertukar jenis keju yang mereka makan. Tim yang mengonsumsi 50 gram keju Camembert beralih ke 57 keju Jarlsberg, dan sebaliknya.

An overhead close up horizontal photograph of four artisanal and three traditional cheeses. Jalapeño peppadew,brie, buffalo wing flavor, Jarlsberg, smoked Gouda with bacon, sharp Provolone and Wasabi (horseradish) flavored cheese, garnished with curly parsley and some red grapes.An overhead close up horizontal photograph of four artisanal and three traditional cheeses. Jalapeño peppadew,brie, buffalo wing flavor, Jarlsberg, smoked Gouda with bacon, sharp Provolone and Wasabi (horseradish) flavored cheese, garnished with curly parsley and some red grapes./ Foto: iStock

Para peneliti kemudian mengambil sampel darah peserta setiap enam minggu untuk memeriksa kadar protein kunci, vitamin K, osteokalsin, dan peptida (PINP) yang terdapat pada tulang.

Pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa setelah mengonsumsi keju Jarlsberg selama 6 minggu, osteokalsin dan vitamin K2 meningkat secara signifikan.

Kadar kolesterol total dan LDL dari peserta yang mengonsumsi keju Camembert juga turun secara signifikan setelah beralih ke keju Jarlsberg.

Selain itu, keju Jarlsberg juga mampu menurunkan kadar gula darah.

"Konsumsi keju Jarlsberg setiap hari mempunyai efek positif pada osteokalsi, (penanda regenerasi tulang) lainnya, hemoglobin terglikasi dan lipid," bunyi kesimpulan penelitian tersebut.

Sementara itu, kelompok yang mengonsumi keju Camembert tidak mendapatkan manfaat yang signifikan sebelum beralih ke keju Jarlsberg.

(KHS/fik)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER