Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dalam Islam

Nabila Sahma | Insertlive
Kamis, 24 Nov 2022 22:16 WIB
Gerhana Bulan Total Super Blood Moon Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dalam Ajaran Islam/Foto: AP
Jakarta, Insertlive -

Pada November lalu, telah terjadi gerhana bulan total. Gerhana bulan yang terjadi pada beberapa waktu lalu terlihat mulai terjadi gerhana mulai pukul 18.00 WIB/19.00 WITA/20.00 WIT.

Fenomena gerhana bulan ini diperkirakan berdurasi selama 1 jam, 24 menit, 58 detik dan durasi umbral (sebagian+total) selama 3 jam, 39 menit, 50 detik.

Saat terjadi gerhana bulan, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan shalat gerhana atau sholat khusuf.


Berikut adalah informasi selengkapnya mengenai shalat gerhana.

Niat Sholat Gerhana Bulan

Shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad yang berarti akan lebih baik dilakukan secara berjemaah.

Berikut ini niat untuk shalat gerhana bulan atau shalat khusuf:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini imâman/makmûman lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Swt.."

Fenomena gerhana bulan total terjadi di berbagai negara di dunia. Keindahannya sanggup membuat siapa pun terkagum-kagum.Fenomena gerhana bulan total terjadi di berbagai negara di dunia. Keindahannya sanggup membuat siapa pun terkagum-kagum./ Foto: Getty Images

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Mengutip dari laman resmi Kementerian Agama, berikut ini cara shalat gerhana bulan.

1. Membaca bacaan niat shalat gerhana yang berbunyi, "Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini imâman/makmûman lillâhi ta'âlâ".

2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

3. Membaca doa iftitah dan berta'awudz, kemudian membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih). Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis Aisyah:

"Nabi SAW menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana."(HR. Bukhari-Muslim)

4. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya.

5. Kemudian bangkit dari rukuk (itidal) sambil mengucapkan, "Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd."

6. Setelah itidal tidak langsung sujud, tapi dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

7. Kemudian rukuk kembali, yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya.

8. Bangkit dari rukuk (itidal).

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama. Hanya saja, bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

11. Ucapkan salam. Setelah shalat, imam akan menyampaikan khotbah kepada jamaah yang berisi imbauan untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah.

Anjuran Melaksanakan Sholat Gerhana Bulan

Sholat gerhana adalah sebuah sunnah yang apabila dijalankan akan membuat kita lebih dekat dengan Allah Swt.. Anjuran untuk melaksanakan shalat gerhana bulan bagi kaum Muslim tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيْد قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عِلَاقَةِ قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيْرَةُ بْنِ شُعْبَةِ يَقُوْلُ اِنْكَسَفَتْ الشَّمْسُ يَوْمَ مَاتَ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ النَّاسُ اِنْكَسَفَتْ لِمَوْتِ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَأَيَتَانِ مِنْ أَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُواهُمَا فَادْعُوا اللهِ وَصَلّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidan berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin 'Ilaqah, dia berkata: "Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu'bah berkata, "Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim."

Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah Swt., dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, makan berdoalah kepada Allah Swt. dan dirikan shalat hingga (matahari) kembali tampak." (HR. Al-Bukhari).

Selain untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., shalat gerhana juga dapat mengingatkan kita pada betapa luasnya tanda kebesaran Allah Swt. sehingga membuat kita ingat pada adanya hari akhir.

Kapan Waktu Melaksanakan Sholat Gerhana Bulan

Waktu pelaksanaan shalat gerhana bulan adalah sejak dimulainya waktu gerhana hingga gerhana selesai. Jadi ketika terjadi gerhana bulan total, shalat gerhana atau yang disebut shalat khusuf ini dapat dilakukan sampai bulan sudah kembali terlihat.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan bahwa shalat gerhana dilaksanakan sesuai wilayah masing-masing.

"Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengutip laman resmi Kementerian Agama.

Fase Gerhana Bulan Total

Berikut adalah informasi mengenai kapan kita bisa melihat gerhana bulan total berdasarkan waktu dan wilayah:

  1. Fase Mulai Gerhana (P1) mulai pukul 15.00.38 WIB, 16.00.38 WITA, 17.00.38 WIT. (Fase ini tidak dapat diamati di wilayah Indonesia).
  2. Fase Gerhana Sebagian mulai (U1) mulai pukul 16.08.59 WIB, 17.08.59 WITA, 18.08.59 WIT. (Untuk wilayah Papua, Papua Barat, sebagian Maluku Utara, dan sebagian Maluku).
  3. Fase Gerhana Total mulai (U2) pukul 17.16.19 WIB, 18.16.19 WITA, 19.16.19 WIT. (Untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat, dan sebagian Jawa Timur).
  4. Fase Puncak Gerhana terjadi pada pukul 17.59.11 WIB, 18.59.11 WITA, 19.59.11 WIT. (Dapat diamati hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu.
  5. Fase berakhirnya Gerhana Total (U3) terjadi pada pukul 18.42.03 WIB, 19.42.03 WITA, 20.42.03 WIT. (Dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia).
  6. Fase Gerhana Sebagian (U4) terjadi pada pukul 19.49.22 WIB, 20.49.22 WITA, 21.49.22 WIT. (Dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia).
  7. Fase Akhir Gerhana (P4) terjadi pukul 20.57.43 WIB, 21.57.43 WITA, 22.57.43 WIT. (Dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunaikan  salat dan menghadiri nobar gerhana matahari cincin di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS). Ia menyebut acara itu bisa menjadi kegiatan bermanfaat.Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunaikan shalat dan menghadiri nobar gerhana matahari cincin di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS). Ia menyebut acara itu bisa menjadi kegiatan bermanfaat./ Foto: Amir Baihaqi


Hikmah Melaksanakan shalat Gerhana Bulan

Mengamalkan shalat gerhana bulan yang merupakan salah satu sunnah dalam Islam akan mendatangkan berbagai amal pahala.

Berikut ada beberapa hikmah yang bisa kita dapatkan dengan melaksanakan shalat gerhana bulan:

1. Shalat gerhana dapat mengingatkan diri akan betapa besar kuasa Allah Swt.

Disyariatkannya shalat gerhana bulan diharapkan dapat mengingatkan kita akan kebesaran kuasa Allah Swt. yang maha pencipta.

Hal ini tertuang dalam sabda Rasulullah saw. berikut:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Akan tetapi, dengan peristiwa itu Allah Ta'ala ingin membuat para hamba-Nya takut."

2. Shalat gerhana dapat memberi rasa takut dalam diri sehingga membuat kita menjadi lebih bertakwa

Selain itu, sebuah hadits mengatakan bahwa shalat gerhana juga disyariatkan untuk diamalkan agar kita dapat menanamkan rasa takut kepada Allah Swt. sehingga kita akan lebih bertakwa kepadanya.

Hikmah tersebut tertuang dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 59:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا

Artinya: "Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti." (QS. Al-Isra': 59)

Hal ini juga tertuang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَكْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ

Artinya: "Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya dengan terjadi gerhana tersebut." (HR. Muslim)

Hadis tersebut sekaligus membantah sebuah mitos yang beredar mengenai gerhana yang mengatakan bahwa gerhana adalah sesuatu yang berhubungan dengan hal gaib dan kematian. Mitos ini sampai membuat siapa pun yang mempercayainya ketakutan dan sembunyi di bawah meja.

Padahal, seharusnya kita hanya takut kepada Allah Swt. dan rasa takut itu kita gunakan untuk terus meningkatkan ketakwaan kita kepadanya.

3. Shalat gerhana dapat mengingatkan kita akan bahayanya perbuatan zina

Salah satu isi khotbah Nabi Muhammad saw. saat shalat gerhana adalah mengenai betapa bahayanya perbuatan zina. Saat itu, beliau bersabda:

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (HR. Bukhari)

4. Shalat gerhana dapat membuat kita terus mengamalkan perbuatan baik

Shalat gerhana dianjurkan untuk diamalkan agar kita selalu ingat akan kebesaran Allah Swt. dan terus mengamalkan perbuatan baik untuk menambah nilai ketakwaan kita di hadapannya.

Selain itu, Rasulullah saw. juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa kita dianjurkan untuk mengamalkan hal-hal baik selama waktu gerhana masih berlangsung. Berikut bunyi hadisnya:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

Artinya: "Jika kalian melihat gerhana itu terjadi, maka berdo'alah pada Allah dan lakukanlah shalat hingga gerhana itu selesai." (HR. Bukhari, no. 1060; Muslim, no. 915).

5. Dapat menambah pahala dan wawasan

Pahala sudah pasti akan kita dapatkan ketika kita menjalankan sunnah yang dianjurkan oleh Allah Swt.. Kita juga dapat menambah wawasan mengenai syariat Islam dengan mendengarkan khotbah setelah shalat gerhana. Berikut adalah isi khotbah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.:

  • Penjelasan mengenai bulan dan matahari yang merupakan ayat Allah Swt..
  • Anjuran melaksanakan shalat gerhana, memperbanyak sedekah, zikir, istighfar, dan berdoa.
  • Penjelasan mengenai mitos tentang gerhana yang berhubungan dengan kematian atau lahirnya seseorang.
  • Penjelasan mengenai bahaya zina.
  • Anjuran untuk tidak banyak tertawa.
Warga di Simeuleu gelar salat gerhana (Agus Setyadi-detikcom)Warga di Simeuleu gelar shalat gerhana (Agus Setyadi-detikcom)/ Foto: Warga di Simeuleu gelar shalat gerhana (Agus Setyadi-detikcom)

Itulah informasi selengkapnya mengenai gerhana bulan yang tidak lepas dari mitos masa lalu dan anjuran untuk melakukan shalat gerhana bulan yang lengkap dengan penjelasan tata cara untuk melakukannya.

Semoga tulisan ini dapat mengantarkan kita untuk memanfaatkan momen kebesaran Allah Swt. ini dengan sebaik-baiknya.

------

Kurasi berita selebriti InsertLive hanya dengan satu Klik di Google News

(Nabila Sahma/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER