Waspada! Ini Deretan Penyakit Menular Langsung dan Tidak Langsung

Nabila Sahma | Insertlive
Kamis, 20 Oct 2022 17:45 WIB
an asian female doctor listening to patient lung and heartbeat using stethoscope in the hospital ward
Jakarta, Insertlive -

Penyakit terdiri dari penyakit menular dan tidak menular. Berbeda dengan penyakit tidak menular, penyakit menular dapat menyebar ke orang lain secara langsung maupun tidak langsung.

Penyakit menular dinilai lebih bahaya, karena penularannya yang sangat cepat dan dapat merugikan orang lain yang sebelumnya tidak menderita penyakit tersebut. Hal ini disebabkan penularan penyakit yang dapat terjadi secara tidak langsung atau tanpa kontak fisik dengan penderitanya. Sehingga dapat memakan korban yang sangat banyak apabila orang di sekitar penderita penyakit tidak melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit tersebut. 

Apa Penyakit Menular dan Tidak Menular

Penyakit menular adalah penyakit yang dapat menular ke manusia yang disebabkan oleh agen biologi, antara lain virus, bakteri, jamur, dan parasit. Penyakit dapat berpindah dari satu orang ke orang lain yang sebelumnya tidak terinfeksi penyakit tersebut.


Penyakit Menular Langsung dan Tidak Langsung

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014 telah menyebutkan penyakit menular yang terdiri dari penyakit menular langsung dan penyakit menular tidak langsung.

Penyakit menular langsung yang tertulis dalam pasal 1 (a) terdiri atas sebagai berikut:

1. Penyakit Difteri

Penyakit menular yang pertama ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Timbulnya penyakit ini ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput mukosa faring, laring, tonsil, hidung dan juga pada kulit.

Penyakit menular difteri dapat menular lewat air liur dan melalui benda yang terkontaminasi dengan penderita. Pencegahan penyakit menular difteri dapat dilakukan dengan imunisasi DPT pada bayi usia 2, 3, 4, 18 bulan, dan 5 tahun.

2. Penyakit Pertusis

Penyakit menular yang kedua ini disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan infeksi yang terjadi saluran pernapasan. Penyakit pertuis atau batuk rejan dapat dicegah dengan vaksinasi. Penyakit pertuis biasanya muncul saat sesuatu yang berkarat atau benda tajam yang penuh bakteri masuk ke dalam kulit.

Jika hal ini sudah terjadi, langsung periksa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Bakteri penyakit ini cepat menyebar sehingga perlu tindakan yang cepat dan tepat.

3. Penyakit Tetanus

Tetanus adalah penyakit menular yang menyerang orang dewasa dan anak-anak akibat infeksi bakteri yang menyebabkan otot-otot menjadi kaku. Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi tetanus.

4. Penyakit Polio

Penyakit menular ini disebabkan oleh virus polio yang sangat menular menyerang otot dan syaraf pada tubuh dan dapat menyebabkan melemahnya otot secara permanen. Polio membuat penderitanya mengalami kelumpuhan hingga kematian.

Penularan penyakit polio dapat terjadi jika melakukan kontak langsung dengan penderitanya. Virusnya bisa masuk melalui air liur yang masuk ke hidung dan mulut.

Mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dan hindari kontak langsung dengan orang yang menderita penyakit polio.

5. Penyakit Campak

Penyakit campak sering kali terjadi penularannya pada bayi dan anak-anak. Penyakit ini menular melalui percikan air liur penderitanya saat batuk dan bersin. Campak disebabkan virus golongan paramyxovirus.

Gejala penyakit campak adalah mengalami ruam kemerahan pada tubuh yang disertai demam dan batuk. Pencegahan penyakit campak dapat dilakukan dengan vaksinasi campak saat balita yang dilanjutkan dengan vaksinasi measles, mumps, dan rubella (MMR).

6. Penyakit Typhoid

Penyakit menular ini juga dikenal dengan penyakit tifus. Penyakit menular yang satu ini ditandai dengan demam, sakit, kram perut, diare, sembelit, mual, dan muntah-muntah. Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang akan timbul jika tempat sanitasi tidak bersih.

Penyakit tifus dapat menular melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri Salmonella typhi. Air dan alat makan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri ini juga dapat menimbulkan penyakit tifus.

Untuk mencegah penyakit tifus, kamu dapat melakukan hal berikut:

  • Cuci tangan sebelum dan setelah makan.
  • Menggunakan air bersih untuk mencuci makanan dan peralatan makan.
  • Hindari pembelian makanan di tempat yang tidak bersih.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi vitamin.

7. Penyakit Kolera

Kolera adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Bakteri ini berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan bakteri. Penyakit ini ditandai dengan diare berkepanjangan, mual, muntah, dan kram perut.

Pencegahan penyakit kolera dapat dilakukan dengan:

  • Masak makanan sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Cuci tangan sebelum makan.
  • Hindari konsumsi makanan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya.
  • Konsumsi air matang dari sumber yang bersih.
Sejumlah siswa SD di Tangerang disuntik vaksin untuk cegah penyakit campak dan rubella. Tak sedikit anak-anak yang teriak hingga menangis saat akan disuntik.Sejumlah siswa SD di Tangerang disuntik vaksin untuk cegah penyakit campak dan rubella./ Foto: Rifkianto Nugroho

8. Penyakit Rubella

Rubella adalah penyakit akibat infeksi yang menyebabkan timbulnya kemerahan pada kulit. Gejala penyakit rubella ditandai dengan demam, batuk, hidung tersumbat, mata merah, sakit tenggorokan, nyeri sendi, dan muncul benjolan di sekitar telinga dan leher.

Penyakit menular ini dapat dicegah dengan melakukan vaksin MMR atau MR. Vaksin ini juga dapat mencegah penyakit campak.

9. Penyakit Yellow Fever

Yellow Fever atau demam kuning adalah penyakit demam berdarah yang menular disebabkan oleh virus yang tergolong dalam genus Flavivirus, kelompok besar virus RNA. Cara penularan penyakit ini beragam dan terdiri dari beberapa tipe sebagai berikut.

Tipe Sylvatic (Jungle Yf)

  • Nyamuk menggigit monyet terinfeksi virus demam kuning.
  • Kemudian nyamuk ini biasanya akan menggigit monyet lain atau manusia yang masuk ke hutan.
  • Terjadi di hutan hujan tropis.

Tipe Intermediate

  • Virus dapat ditularkan dari monyet ke manusia atau dari manusia ke manusia melalui nyamuk.
  • Tipe ini yang paling sering terjadi di Afrika.

Tipe Perkotaan

  • Penularan virus antarmanusia melalui nyamuk, terutama aedes aegypti.
  • Jenis transmisi ini sangat rentan menyebabkan epidemi penyakit demam kuning dalam area yang lebih luas.

Penyakit ini dapat dicegah dengan menggunakan losion dan obat semprot antinyamuk.

10. Penyakit Influenza

Influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang sulit terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh karena aktivitas mutasinya. Penderita influenza akan mengalami batuk, bersin-bersin, pilek, kelelahan, sakit kepala, dan demam.

Penyakit influenza merupakan penyakit yang sering kali disepelekan karena termasuk penyakit tidak berbahaya. Namun, apabila dibiarkan virus penyebab flu bisa bermutasi menjadi penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti flu burung.

Penyakit ini dapat menular apabila kita terkena percikan air liur penderitanya. Pencegahan penyakit influenza dapat dilakukan melalui beberapa hal berikut:

  • Menjaga jarak dan menghindari kontak langsung dengan penderitanya.
  • Rajin membersihkan tangan dengan sabun dan hand sanitizer.
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi vitamin.

11. Penyakit Meningitis

Penyakit menular ini gejalanya mirip dengan flu. Meningitis adalah peradangan pada meningen, yaitu lapisan pelindung otot dan tulang belakang. Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat. Berikut adalah beberapa cara mencegah penularan penyakit meningitis:

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Menjaga jarak dengan orang yang terinfeksi.
  • Mencuci makanan sebelum dimasak.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Olahraga secara rutin.
  • Menerapkan perilaku seks yang sehat.

12. Penyakit Tuberkulosis

Penyakit menular yang paling berbahaya di dunia ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TBC dapat menular melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Pemberian vaksinasi BCG saat balita dapat mengurangi resiko terkena penyakit TBC.

Ciri gejala penyakit TBC adalah batuk berdahak yang berlangsung selama lebih dari dua minggu. Penderita tuberkulosis akan mengalami penurunan berat badan, tidak nafsu makan, mudah lelah, dan berkeringat di malam hari.

Pencegahan penyakit TBC dapat dilakukan dengan:

  • Mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga secara teratur.
  • Gunakan masker ke mana pun dan jika terpaksa harus menemui pasien TBC.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita TBC dan menyentuh benda yang sebelumnya kontak langsung dengan penderita.

13. Penyakit Hepatitis

Hepatitis adalah contoh penyakit menular yang ditandai dengan demam, nyeri sendi, nyeri perut, dan kulit menguning. Penyakit menular ini menyebabkan peradangan pada hati (lever).

Penyakit hepatitis dapat menular melalui makanan dan minuman yang tidak bersih. Misalnya adalah es batu yang proses pembuatannya terkontaminasi dengan virus hepatitis. Lalu penularan hepatitis B dapat terjadi melalui penukaran cairan tubuh dan darah yang terinfeksi penyakit ini.

Jika tidak segera diatasi, penyakit hepatitis dapat bersifat kronis yang sampai menimbulkan komplikasi seperti kanker hati.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut:

  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi.
  • Hindari pertukaran cairan tubuh yang berisiko seperti seks bebas.
  • Hindari berbagi barang pribadi dengan penderita seperti handuk, pakaian, sikat gigi, dan alat makan.

14. Penyakit akibat Human Papilloma Virus (HPV)

Human Papilloma Virus (HPV) menyebabkan timbulnya beberapa penyakit kelamin seperti kutil hingga kanker serviks. Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas seks yang tidak sehat.

Selain itu, aktivitas hidup yang tidak menerapkan pola hidup bersih juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini. Oleh karena itu, selain menghindari aktivitas seks yang tidak sehat, penyakit ini dapat dicegah dengan memperhatikan kebersihan dalam diri dan lingkungan kita seperti kasur, pakaian, dan tempat tidur.

15. Penyakit Virus Ebola

Penyakit menular yang satu ini termasuk penyakit yang mematikan. Ebola muncul karena virus genus ebolavirus. Penderitanya akan mengalami gejala berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah. Ebola akan membuat penderitanya mengalami turunnya trombosit dalam tubuh, peradangan pada hati, dan rusaknya ginjal.

Penyakit ebola dapat menular melalui kontak langsung dengan penderitanya, oleh karena itu pencegahannya dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan penderitanya.

16. Penyakit MERS-CoV

Penyakit menular ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus MERS-CoV. Gejala penyakit ini adalah demam, batuk-batuk, napas pendek, gangguan pencernaan, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan sulit bernapas.

Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan penderitanya dan menjaga sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi vitamin dan makanan sehat.

17. Penyakit Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) adalah virus yang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi rusak dan lemah. Melemahnya sistem kekebalan tubuh ini menyebabkan berbagai penyakit mudah masuk ke dalam tubuh.

HIV/AIDS disebabkan oleh seks bebas yang tidak sehat dan jarum suntik bekas yang habis dipakai oleh penderita HIV/AIDS. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seks dengan penderitanya, dan berbagai hubungan yang dapat memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh dari penderita HIV.

18. Penyakit Kusta

Kusta adalah penyakit menular yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Penyakit ini dapat dicegah penularannya dengan tidak bersentuhan dengan hewan penyebar bakteri kusta, seperti armadillo, menetap atau berkunjung ke kawasan endemik kusta, dan menjaga kekebalan tubuh dengan mengonsumsi vitamin dan rajin berolahraga.

19. Penyakit Frambusia

Penyakit menular yang terakhir disebabkan oleh suatu infeksi jangka panjang (kronis) yang menyerang kulit, tulang, dan sendi. Penyakit ini dapat dicegah penularannya dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang terkena virus dan menjaga kebersihan.

Ilustrasi HIV AIDSIlustrasi HIV AIDS/ Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato

Jenis penyakit menular tidak langsung sebagaimana disebutkan dalam pasal (1) huruf b adalah sebagai berikut:

1. Penyakit Malaria

Malaria termasuk penyakit menular yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit plasmodium yang selanjutnya dibawa dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles.

Nyamuk Anopheles akan membawa parasit plasmodium ke sungai, sawah, bekas genangan banjir untuk berkembang biak dan menularkan penyakit malaria ke orang sekitarnya.

Selain nyamuk, penyakit malaria juga dapat ditularkan melalui kontak langsung misalnya adalah melalui ASI dan transfusi darah dari penderita malaria.

Gejala penyakit malaria ditandai dengan demam tinggi berkepanjangan, tubuh menggigil, tubuh nyeri, mual, dan muntah-muntah. Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan:

  • Memakai pakaian tertutup saat malam hari.
  • Mengoleskan losion anti nyamuk.
  • Minum obat anti malaria saat pergi ke tempat yang sedang terkena wabah malaria.
an asian chinese mother is taking care of her daughter on bed and measuring her body temperature with thermometeran asian chinese mother is taking care of her daughter on bed and measuring her body temperature with thermometer/ Foto: iStock

2. Penyakit Demam Berdarah

Penyakit menular DBD disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti yang pertumbuhannya meningkat saat musim hujan.

Gejala penyakit ini adalah demam tinggi, sakit pada persendian, trombosit menurun, muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuh, pendarahan, dan nyeri pada sendi. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan melakukan hal berikut:

  • Menutup penampung air seperti bak mandi dan sumur.
  • Kuras bak mandi secara teratur minimal satu kali dalam seminggu.
  • Buang barang-barang bekas yang menumpuk dan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
  • Bersihkan genangan air di sekitar rumah.

3. Penyakit Chikungunya

Virus chikungunya ditularkan atau disebarkan oleh vektor yang sama dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu nyamuk Aedes aegypti. Sehingga pencegahannya pun dapat dilakukan sama dengan bagaimana mencegah penyakit DBD sebagai berikut:

  • Menutup penampung air seperti bak mandi dan sumur.
  • Kuras bak mandi secara teratur minimal satu kali dalam seminggu.
  • Buang barang-barang bekas yang menumpuk dan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
  • Bersihkan genangan air disekitar rumah.

4. Penyakit Filariasis dan Kecacingan

Penyakit cacingan adalah penyakit menular yang sering menyerang anak usia sekolah yang senang main di kawasan yang kotor dan tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum makan. Penyakit menular ini disebabkan oleh cacing pita, cacing tambang, dan cacing kremi.

Ciri penderita penyakit cacingan adalah mengalami gangguan pencernaan seperti diare, mual, dan muntah hingga mengalami penurunan berat badan. Lalu penderitanya akan mengalami gatal di area sekitar anus dan vagina. Jika dibiarkan, penderitanya dapat mengalami dehidrasi berlebih.

Penyakit ini dapat menular ketika telur cacing masuk melalui kuku dan tangan anak yang tidak bersih yang kemudian menyentuh mulut dan makanan/minuman yang hendak dikonsumsi. Pakaian, handuk, dan seprai yang sudah terkontaminasi dengan cacing-cacing tersebut juga akan menularkan penyakit cacingan ke penggunanya.

Pencegahan penyakit cacingan dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut:

  • Potong kuku secara rutin untuk menghindari berkembangnya telur cacing di kuku.
  • Cuci tangan sampai bersih sebelum makan.
  • Jaga kebersihan alat makan dan alat masak.
  • Jaga kebersihan dan kebersihan lingkungan.

5. Penyakit Schistosomiasis

Penyakit Schistosomiasis sering disebut juga sebagai penyakit bilharzia (demam keong), yaitu sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit yang hidup di air pada daerah subtropis dan tropis. Penyakit ini sering ditemukan di benua Afrika, tapi tidak sedikit kasus yang ditemukan di daerah lain seperti Timur Tengah, Amerika Selatan, hingga berbagai negara di Asia Tenggara.

Cara mencegah penularan penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan air bersih untuk minum maupun untuk mandi.

6. Penyakit Japanese Encephalitis

Penyakit menular yang satu ini adalah jenis penyakit radang otak akibat suatu virus yang banyak terdapat di kawasan Asia. Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk.

Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan beberapa hal berikut:

  • Menggunakan lotion anti nyamuk.
  • Menggunakan pakaian yang menutupi tubuh bila beraktivitas di luar rumah.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Sebisa mungkin menghindari kegiatan di malam hari di area pertanian, ladang, atau persawahan di mana banyak terdapat nyamuk Culex.

7. Penyakit Flu Burung (Avian Influenza)

Penyakit flu burung disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas. Nama lain penyakit flu burung adalah Avian influenza yang disebut dengan H5N1. Orang lain dapat tertular penyakit flu burung melalui kontak langsung dengan penderita penyakit ini.

Untuk mencegah terkena penyakit flu burung, beberapa hal berikut dapat kamu lakukan:

  • Hindari kontak langsung dengan unggas.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita influenza dan flu burung.
  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Masak daging unggas hingga matang maksimal sebelum dikonsumsi.

8. Penyakit Rabies

Rabies adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf yang menular ke manusia melalui gigitan hewan. Rabies tergolong penyakit berbahaya karena berisiko menyebabkan kematian jika tidak cepat ditangani. Penularannya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan peralatan hewan peliharaan.

9. Penyakit Antrak

Antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis pada hewan ternak. Antraks juga sering menyerang hewan pemakan rumput liar dan yang telah dijinakkan seperti kuda. Penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, tapi tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

Pencegahan penyakit antrak dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut:

  • Memastikan bahwa daging telah dimasak hingga matang sebelum dimakan.
  • Menjalani vaksinasi anthrax.
  • Menghindari interaksi dengan hewan yang terinfeksi antraks.

10. Penyakit Pes

Penyakit pes adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Seseorang bisa terserang penyakit pes bila digigit kutu yang sebelumnya menghisap darah hewan dengan infeksi bakteri Yersinia pestis.

Penyakit menular ini dapat dicegah penularannya dengan melakukan hal berikut:

  • Memastikan kebersihan hewan peliharaan agar terbebas dari kutu.
  • Membersihkan area rumah.
  • Membersihkan sisa makanan yang dapat dikonsumsi hewan ternak.
  • Menggunakan sarung tangan saat sedang kontak dengan hewan yang diduga telah terinfeksi.
  • Menggunakan pembasmi serangga.
  • Memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin jika tergigit kutu ketika wabah pes sedang merebak.

11. Penyakit Toxoplasma

Toxoplasma (Toksoplasma) adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh parasit Toxoplasma Gondii. Parasit ini dapat ditularkan oleh kucing, tapi tidak hanya kucing yang dapat menjadi dalang penyebaran penyakit toksoplasma. Toksoplasma dapat menyerang semua jenis satwa, termasuk burung, ikan, kelinci, anjing, babi, kambing dan mamalia, bahkan manusia.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan:

  • Perempuan hamil tidak disarankan membersihkan kandang dan kontak langsung dengan hewan.
  • Bersihkan tempat hewan peliharaan.
  • Sediakan makanan hewan peliharaan dalam bentuk kering, kaleng atau yang dimasak secara merata.
  • Pastikan makanan bersih sebelum dimasak dan matang sempurna.

12. Penyakit West Nile

West Nile adalah penyakit yang disebabkan oleh West Nile Virus (WNV) dengan gejala demam yang disertai sakit kepala, pegal-pegal, nyeri otot, mual dan muntah, diare atau ruam.

Pencegahan penularan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  • Hindari berkegiatan di luar saat nyamuk sedang aktif berkeliaran.
  • Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Oleskan losion anti nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.
  • Kuras penampungan air dan kubur barang bekas untuk mencegah terbentuknya sarang nyamuk.

Penyakit Menular Melalui Media Apa Saja?

Penularan penyakit bisa berlangsung apabila kita melakukan kontak langsung dengan penderita penyakit menular. Namun, ada beberapa penyakit menular yang bisa menular secara tidak langsung melalui sesuatu yang berkontak langsung dengan penderita, seperti udara, air, dan sebagainya.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014 juga menyebutkan ada beberapa agen biologi yang menjadi media penyebaran penyakit menular. Di antaranya adalah virus, bakteri, jamur, dan parasit.

(Nabila Sahma/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER