Makan Makanan Pedas Disebut Bisa Bikin Meninggal, Ini Faktanya

Nabila Sahma | Insertlive
Rabu, 26 Oct 2022 19:20 WIB
Indian and Asian Herbs and Spices making Cuisine Meal
Jakarta, Insertlive -

Makanan pedas khas Indonesia dengan cita rasa yang gurih banyak diminati masyarakat saat ini. Kepopuleran makanan pedas ini mengundang sejumlah pebisnis di industri makanan untuk melakukan promosi di media sosial.

Promosi makanan pedas di media sosial dikemas semenarik mungkin oleh seseorang yang memang merupakan pebisnis maupun seorang influencer atau artis sehingga membuat makanan pedas semakin viral dan banyak peminatnya.

Faktor yang semakin membuat makanan pedas populer saat ini adalah banyaknya konten yang menampilkan para influencer berlomba dalam menghabiskan makanan super pedas dengan level kepedasan yang tak main-main. Konten serupa tersebut bermunculan di berbagai platform media sosial dan membuat penontonnya ingin ikut mencoba.


Padahal, makanan pedas dengan cabai yang tak terhitung jumlahnya tidak baik untuk kesehatan tubuh dan dapat menimbulkan berbagai penyakit masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, yuk, kenali beberapa makanan pedas khas Indonesia yang tidak boleh dimakan terlalu sering.

10 Makanan Pedas Indonesia yang Harus Dihindari

1. Seblak Pedas

Seblak Jeletet MurniSeblak Jeletet Murni/ Foto: detikFood

Makanan pedas pertama yang tidak boleh dimakan terlalu sering adalah seblak. Seblak merupakan makanan berkuah khas Jawa Barat yang saat ini sangat populer dan dapat kita temui di mana pun. Namun, makanan yang berisikan campuran kerupuk, mie, kwetiau, dan berbagai macam isian ini sering kali disajikan dengan rasa pedas dan penuh dengan rempah.

Namun, hindari makan makanan pedas ini terlalu sering. Makan seblak yang pedas terlalu sering dapat menimbulkan berbagai penyakit pencernaan, khususnya pada lambung hingga menyebabkan diare.

Belum lagi dengan tekstur kerupuk yang lengket, apabila terlalu banyak dikonsumsi akan menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal. Selain itu, rasa gurih seblak yang ditimbulkan dari sodium pada garam dan penyedap rasa lainnya juga dapat menimbulkan risiko timbulnya berbagai penyakit ginjal dan stroke.

2. Mi Instan Pedas

Kreasi samyangMie instan korea samyang/ Foto: Istimewa

Makanan pedas kedua yang harus dihindari adalah mi instan. Mi instan pedas memang sangat lezat dan sangat pas dimakan saat musim hujan. Mi instan juga menjadi makanan alternatif bagi para anak kos karena harganya yang murah dan mudah didapat, tapi sayangnya tidak boleh dimakan terlalu sering apalagi dimakan setiap hari.

Meski enak, mi pedas tidak baik untuk kesehatan lambung hingga berisiko menyebabkan dispepsia atau gangguan pencernaan. Mi pedas yang dikonsumsi setiap hari lama-kelamaan akan menyebabkan iritasi pada dinding lambung.

3. Ceker Pedas

Ceker pedas unggahan netizenCeker pedas/ Foto: Instagram

Makanan pedas selanjutnya yang harus kamu hindari adalah ceker pedas. Ceker kerap menjadi makanan digandrungi para generasi muda saat ini karena cocok untuk disantap dengan cita rasa apa pun, termasuk disajikan dengan rasa yang sangat pedas sekalipun.

Meski lezat dan memiliki banyak penggemar, ternyata ceker tidak memiliki kandungan gizi. Ceker juga memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol.

4. Pempek Pedas

Penikmat makanan pempek tentu tahu jenis ikan tenggiri dan gabus yang biasa digunakan sebagai bahan baku. Nah, lebih enak mana pempek ikan tenggiri atau gabus?Pempek/ Foto: Prima Syahbana/detikcom

Makanan pedas yang harus diwaspadai selanjutnya adalah pempek. Pempek adalah makanan khas Palembang yang disajikan dengan cuka asam pedas manis. Mengonsumsi pempek terlalu sering ternyata juga harus dihindari karena dapat menyebabkan kerapuhan pada gigi.

5. Bakso Aci

Tempat makan bakso acibakso aci/ Foto: iStock

Makanan pedas ini juga merupakan salah satu makanan yang populer saat ini. Bakso aci adalah bakso olahan daging sapi yang disajikan bersama makanan pendamping lainnya seperti cuanki, dumpling ayam, ceker, sukro, dan lain-lain dengan kuah yang super gurih dan biasanya disajikan dengan sambal dan bubuk pedas.

Meski memiliki banyak penggemar karena rasanya yang gurih, ternyata kita tidak boleh makan bakso aci terlalu sering. Terlalu sering makan bakso aci dapat menyebabkan penyakit pada lambung dan jantung, bahkan dapat menimbulkan kanker.

6. Ayam Geprek

Makan ayam geprek dan es teh manisayam geprek/ Foto: TikTok/iStock

Makanan pedas selanjutnya yang tidak boleh terlalu sering adalah ayam geprek. Ayam geprek juga menjadi makanan pilihan para anak kos saat sedang bingung mau makan apa. Namun, makan ayam pedas ini terlalu sering tidak baik untuk kesehatan.

Ayam geprek adalah olahan ayam yang digoreng dengan tepung terlebih dahulu dan selanjutnya di geprek dengan sambal dan bawang.

Meski memiliki cita rasa yang lezat dan menjadi makanan favorit banyak orang, ternyata mengonsumsi ayam yang digoreng dapat meningkatkan risiko kematian hingga 13 persen karena dapat memengaruhi kinerja jantung.

Terlalu sering mengonsumsi ayam geprek dengan tingkat kepedasan yang tidak main-main juga akan menimbulkan berbagai masalah pada pencernaan.

7. Dendeng Balado

Dendeng BaladoDendeng Balado/ Foto: detikfood/Odilia

Makanan pedas selanjutnya ini adalah daging sapi yang diiris tipis-tipis yang digoreng dan selanjutnya dicampur dengan sambal balado. Dendeng balado yang memiliki cita rasa yang gurih, renyah, dan pedas ini mudah kita temui di restoran Padang.

Daging yang diolah menjadi dendeng, harus melewati proses pengawetan, pengasapan, dan pengeringan. Proses panjang inilah yang menyebabkan dendeng balado menjadi bahaya apabila dikonsumsi terlalu sering. Daging merah yang diawetkan berpotensi terkontaminasi oleh zat beracun mikotoksin yang dapat memicu risiko penyakit kanker bagi yang mengonsumsi.

8. Mi Aceh

Mi Aceh menjadi makanan pedas selanjutnya yang tidak boleh dimakan terlalu sering. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mi Aceh memiliki kandungan berbahaya yang akan berdampak pada kesehatan pengonsumsinya. Dampak kesehatan yang dapat terjadi antara lain adalah hilangnya nafsu makan, timbulnya masalah pada tenggorokan, dan sakit perut.

9. Ayam Sambal Ijo

5 Ayam Penyet Sambal Ijo yang Mantul Ini Jadi Buruan di JakartaAyam Penyet Sambal Ijo/ Foto: Instagram

Makanan pedas yang satu ini juga berbahaya bagi tubuh apabila dikonsumsi terlalu sering. Selain karena lemak berlebih pada ayam yang akan menyebabkan kolesterol, sambal ijo juga memiliki beberapa efek samping berbahaya.

Kandungan kapsaisin pada cabai hijau dapat menimbulkan panas pada kulit. Lalu, cabai hijau yang dikonsumsi secara berlebih juga akan menyebabkan maag akut atau gastritis.

10. Oseng-oseng Mercon

Pedas Mampus! 20 Oseng Mercon Rp 10 Ribuan di Tempat IniOseng Mercon/ Foto: Instagram

Dari tampilannya saja sudah terbayang pedasnya makanan ini, bukan? Oseng-oseng mercon adalah makanan khas Jogja berbumbu balado yang ditambah dengan rawit merah berukuran besar.

Isian oseng-oseng mercon yang satu ini beragam, mulai dari daging sapi, daging tetelan, gajih sapi, hingga ceker. Lantaran kandungan cabai yang terlalu banyak, oseng-oseng mercon tidak boleh dimakan terlalu sering. Belum lagi dengan minyaknya yang terlalu banyak, makanan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan membuat obesitas.

Makan Makanan Pedas Disebut Bisa Bikin Meninggal

Makanan pedas ternyata berpengaruh terhadap seberapa lama kita bisa hidup di dunia. Terlalu sering makan makanan pedas dapat menyebabkan timbulnya sejumlah penyakit hingga menyebabkan kematian.

Angela Nelson yang merupakan peneliti menggambarkan bahaya makan makanan pedas bagi organ tubuh (lambung) sama seperti ketika pedihnya tangan kita saat menyentuh cabai. Baru menyentuh saja sudah perih, apalagi jika dikonsumsi dan masuk ke dalam organ tubuh, bukan?

Makanan pedas dapat menyebabkan kematian yang terjadi secara bertahap. Penyebab kematian akibat makanan pedas mulai dari sakit tenggorokan, pendengaran hilang lebih cepat, hingga berbagai penyakit lainnya.

Pada tahun 2016, seorang chef dari Britania, Ben Sumadiwiria melakukan kunjungan ke Indonesia dan mencicipi makanan yang bernama "Mie Kematian" yang terbilang 4.000 kali lebih pedas dari saus Tabasco.

Sumadiwiria termasuk orang yang pro dalam mengonsumsi makanan pedas, tapi saat itu ia merasakan sakit yang luar biasa hingga muntah dan kehilangan indra pendengarnya.

Makan makanan pedas terlalu sering ternyata juga dapat menyebabkan seseorang lebih mudah kehilangan pendengaran. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Michael Goldrich, seorang Otolaryngologist di Robert Wood Johnson University Hospital, New Jersey.

"Tenggorokan dan telinga dihubungkan oleh saluran yang dikenal sebagai tabung Eustachius, yang membantu mengatur tekanan di telinga bagian dalam. Sehingga, saat hidung mulai memproduksi banyak cairan, cairan ini dapat menyumbat saluran Eustachius dan memperlambat pendengaran," kata Dr. Goldrich dalam bahasa Inggris.

Makanan pedas menyakiti dengan stimulus rasa lezatnya

Cara kerja makanan pedas ini dijelaskan oleh Barry Green dari John B. Pierce Laboratory di New Haven. Begitu rasa pedas masuk ke dalam tubuh, ia akan merangsang sistem kekebalan tubuh kita yang merupakan reseptor rasa sakit.

Lalu, rasa pedas bereaksi seolah-olah terbakar dari dalam ke luar. Oleh sebab itu, ketika rasa pedas mulai terasa area mulut, sebenarnya rasa pedas tersebut sudah bereaksi di dalam tubuh. Kebanyakan orang merasakan stimulus jahat ini dengan menikmati rasa pedas tersebut.

Fakta bahwa makanan pedas dapat membunuh pengonsumsinya juga dipaparkan secara langsung oleh Paul W. Bosland, seorang Profesor Hortikultura di New Mexico State University dan seorang Direktur Chile Pepper Institute.

"Sebuah studi penelitian pada tahun 1980 mencatat bahwa sekitar 1 kg cabai ekstrem dalam bentuk bubuk paprika, apabila dimakan sekaligus dapat membunuh orang seberat 70 kg," jelasnya.

Jadi, masih mau mengonsumsi makanan pedas terlalu sering?

(Nabila Sahma/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER