Megalomania, Sindrom yang Viral Usai Pertengkaran 2 Personel D'Masiv
Dini Astari |
Insertlive
Jakarta
-
Dua personel D'Masiv, Rian dan Rai pada Sabtu (13/7) terlibat pertengkaran ketika manggung di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pertengkaran itu pun terekam dalam sebuah video yang selanjutnya viral di media sosial.
Setelah pertengkaran itu, Rai D'Masiv sempat mengunggah sebuah Insta Story yang berisikan tulisan kekesalannya dan menyinggung istilah megalomania. Sebenarnya apa arti megalomania itu?
Dilansir dari Mental Loss, ada beberapa ciri-ciri yang menandakan seseorang itu mengidap megalomania. Ciri tersebut adalah selalu timbul rasa mementingkan diri sendiri, prestasi, dan bakat yang berlebihan.
Selain itu pengidap megalomania juga memiliki fantasi tentang kesuksesan yang ideal. Mereka juga merasa percaya diri dan menganggap dirinya istimewa dan harus bergaul dengan orang yang berstatus setara atau lebih tinggi darinya.
Menurut para ahli, seseorang yang mengidap megalomania tidaklah bisa disembuhkan. Megalomania hanya dapat diminimalisir dengan melakukan terapi atau berkonsultasi dengan psikolog.
Lalu siapakah sebenarnya yang dimaksud mengidap megalomania oleh Rai D'Masiv? Apakah ia sengaja menyindir Rian D'Masiv dengan istilah tersebut? Kita tunggu saja ya perkembangan isu ini Insertizen.
(dia/fik)
Loading ...
Setelah pertengkaran itu, Rai D'Masiv sempat mengunggah sebuah Insta Story yang berisikan tulisan kekesalannya dan menyinggung istilah megalomania. Sebenarnya apa arti megalomania itu?
Advertisement
D'Masiv/ Foto: Instagram/D'masiv |
Dilansir dari Mental Loss, ada beberapa ciri-ciri yang menandakan seseorang itu mengidap megalomania. Ciri tersebut adalah selalu timbul rasa mementingkan diri sendiri, prestasi, dan bakat yang berlebihan.
Selain itu pengidap megalomania juga memiliki fantasi tentang kesuksesan yang ideal. Mereka juga merasa percaya diri dan menganggap dirinya istimewa dan harus bergaul dengan orang yang berstatus setara atau lebih tinggi darinya.
Menurut para ahli, seseorang yang mengidap megalomania tidaklah bisa disembuhkan. Megalomania hanya dapat diminimalisir dengan melakukan terapi atau berkonsultasi dengan psikolog.
Lalu siapakah sebenarnya yang dimaksud mengidap megalomania oleh Rai D'Masiv? Apakah ia sengaja menyindir Rian D'Masiv dengan istilah tersebut? Kita tunggu saja ya perkembangan isu ini Insertizen.
(dia/fik)
D'Masiv/ Foto: Instagram/D'masiv