Warga RI Kena Imbas Ini Gegara Bulan Bergerak Jauhi Bumi, Kamu Ngerasain?
Ada yang mengejutkan dari pergerakan tata surya. Dari data Lunar Laser Ranging Experiment, para ilmuwan mengumumkan bahwa jarak antara Bumi dan Bulan tak lagi bersifat statis.
Satelit alami Bumi dilaporkan terus menerus bergerak menjauh perlahan yang diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi kehidupan manusia, terutama warga Indonesia.
Laporan ini bermula dari misi Apollo tahun 1960-an yang menempatkan reflektor di permukaan Bulan untuk mengukur jarak presisi dengan Bumi.
Perhitungannya dilakukan dengan menembakkan sinar laser serta mengukur waktu tempuh pantulannya kembali ke Bumi. Hasilnya, Bulan terus menjauh dari orbitnya dengan kecepatan 3,8 sentimeter per tahun.
Meski terdengar tak berimbas pada warga, IFL Science mengatakan bahwa salah satu efek visual paling nyata di masa depan akibat ini adalah hilangnya fenomena Gerhana Matahari Total karena ukuran Bulan yang terlihat semakin mengecil dari Bumi.
"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus menerus berkurang. Diperkirakan sekitar 600 juta tahun lagi, penduduk Bumi kemungkinan besar akan menyaksikan keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya karena pergerakan ini," kata Richard, ilmuwan NASA.
Rotasi ini juga membuat warga di Bumi termasuk Indonesia akan mengalami dampaknya seperti durasi waktu dalam satu hari di masa depan yang sangat panjang.
Hal ini karena interaksi gravitasi yang melemah karena jarak jauh antara Bulan dan Bumi.
(dis/dis)