Advertisement

Begini Penjelasan Dokter Soal Perbedaan Ruam Campak dan Cacar Air

asw | Insertlive
Ilustrasi Gejala Campak
Begini Penjelasan Dokter Soal Perbedaan Ruam Campak dan Cacar Air/Foto: Freepik
Jakarta -

Penyakit campak belakangan menjadi sorotan publik usai Indonesia mengalami lonjakan kasus penyakit ini. Tak hanya itu, publik juga sempat dibuat geram dengan sikap salah satu influencer ternama yang tetap pergi ke ruang publik meski didiagnosis menderita campak.

Gejala campak yang terlihat kemudian sering terlihat mirip dengan cacar air karena sama-sama menimbulkan ruam. Meski demikian, ciri ruam yang ditimbulkan campak dan cacar air ternyata cukup berbeda.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan bahwa ruam pada cacar air umumnya berupa gelembung kecil berisi cairan.

Selain itu, ruam yang disebabkan cacar air juga akan terlihat seperti bitnik-bintik kecil yang menyebar di kulit. Demam yang disebabkan penyakit ini juga umumnya tidak terlalu tinggi.

Advertisement

"Cacar air, sebagaimana namanya, ada physical, gelembung yang berisi cairan," ungkap dr. Piprim dalam tayangan detikSore, dikutip Sabtu (7/3).

Ruam yang disebabkan cacar air kemudian punya ciri yang berbeda dengan ruam yang disebabkan campak. Ruam akibat campak umumnya berupa bercak-bercak merah yang tampak lebih besar dan menyatu di beberapa bagian kulit serta tak berisi cairan.

"Kalau campak itu kan, memang makulopapular, merah-merah tapi yang tebal fgitu, nggak ada airnya," ujar dr. Piprim.

Dokter Piprim kemudian mengingatkan bahwa campak bisa terjadi pada semua kelompok usia meski sebagian besar kasus campak lebih banyak ditemukan pada anak.

Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menular melalui udara serta percikan liur dari orang terjangkit. Tingkat penularan campak kemudian terbilang cepat dan tinggi.

Vaksin menjadi satu-satunya cara paling ampuh untuk mencegah campak. Pada program imunisasi nasional, vaksin campak wajib diberikan sebanyak tiga kali pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5 hingga 7 tahun.

Campak kemudian menjadi penyakit serius yang gejala hingga penularannya harus mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat.

(nap/nap)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement