Advertisement

Bahaya dan Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Hand holding a blood glucose meter measuring blood sugar, the background is a stethoscope and chart file
Bahaya dan Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai/Foto: Freepik
Jakarta -

Bahaya dan Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol atau hiperglikemia adalah kondisi ketika darah mengandung kadar gula melebihi batas normal. Kondisi ini dapat menghambat produksi insulin pada tubuh sehingga memicu penyakit diabetes.

Melansir dari Mayo Clinic, angka kadar gula yang normal adalah kurang dari 100 mg/dL. Jika lebih dari 126 mg/dL, artinya sudah tergolong diabetes. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berkembang secara bertahap dan memicu efek samping serta komplikasi yang lebih serius.

Para pemilik riwayat diabetes seharusnya sudah lebih waspada pada kondisi ini. Namun, tak sedikit orang yang menyepelekan efek serius dari diabetes. Supaya terhindar dari gangguan kesehatan lain dari diabetes, kenali beberapa komplikasinya berikut ini.

Sakit Kepala

Salah satu komplikasi awal diabetes yang paling sering terjadi adalah sakit kepala. Penyakit ini kerap muncul ketika kadar gula darah sudah menyentuh angka lebih dari 126 mg/dL. Fluktuasi kadar gula darah yang drastis memicu penyempitan saluran pembuluh darah di otak. Selain mengganggu suplai darah, penyempitan ini juga menghambat proses suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh otak. Akibatnya, kepala akan terasa berdenyut atau migrain.

Advertisement

Penyakit Ginjal

Tingginya gula darah dalam tubuh dapat mendorong ginjal untuk bekerja lebih keras dari biasanya. Kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan menurunkan kinerja ginjal sehingga memicu komplikasi ginjal yang serius. Secara medis, penyakit ini disebut sebagai nefropati diabetik, yakni kerusakan ginjal akibat rusaknya pembuluh darah pada ginjal.

Sakit Jantung

Penderita diabetes umumnya memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh asupan gula tinggi yang justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung serius. Sebuah studi yang melibatkan 30 ribu orang menunjukkan bahwa 17-21 persen kalori dari gula berlebih berisiko 38 persen lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung.

Gangguan pada Sistem Otak

Gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf pada seluruh tubuh, termasuk pada otak. Pembuluh darah yang rusak ini akan mengganggu proses suplai darah yang dibutuhkan oleh otak. Efeknya, kinerja otak akan semakin menurun dan kurang optimal. Kondisi ini biasanya sangat berpengaruh pada fungsi kognitif otak, seperti gangguan memori dan pemecahan masalah.

Stroke

Pembuluh darah yang rusak akibat lonjakan kadar gula darah berlebih juga dapat menyebabkan penyakit stroke. Menurut American Diabetes Association, penderita diabetes memiliki risiko terkena stroke 1,5 kali lebih besar. Penyakit ini biasanya ditandai dengan kesulitan bicara, kesusahan bergerak pada salah satu sisi tubuh, dan kelumpuhan pada wajah.


Cara Mencegah Komplikasi Diabetes

Ilustrasi olahraga gym fitnesIlustrasi olahraga gym fitnes/ Foto: Freepik

Supaya terhindar dari komplikasi diabetes yang lebih serius, penderita diabetes harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terkait kesehatan tubuhnya. Berikut ini beberapa langkah yang dapat menurunkan komplikasi diabetes:

  • Berkonsultasi dengan dokter spesialis secara rutin
  • Mengontrol kadar gula darah dengan ketat
  • Membatasi asupan gula berlebih
  • Menjalani gaya hidup sehat, seperti melakukan diet dan mengonsumsi makanan tinggi serat
  • Berolahraga secara teratur setiap minggunya
  • Menghindari obat atau suplemen tertentu yang dapat mengganggu fungsi ginjal



( Astrid Riyani Atmaja/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement