Advertisement

Mengenal Nitrous Oxide, Kandungan di Tabung Whipped Cream yang Bisa Sebabkan Kematian

ARM | Insertlive
Whipped Cream
Mengenal Nitrous Oxide, Kandungan di Tabung Whipped Cream yang Bisa Sebabkan Kematian (Foto: Photo by Andrew Lancaster on Unsplash)
Jakarta -

Media sosial sedang ramai membahas soal kandungan dalam tabung whipped cream yang bisa menyebabkan kematian.

Kandungan itu adalah nitrous oxide yang merupakan senyawa kimia dengan rumus N₂O yang dikenal luas sebagai gas dinitrogen monoksida atau "gas tertawa".

Secara umum, nitrous oxide memiliki beberapa kegunaan utama dalam berbagai bidang, seperti medis, otomotif, makanan, hingga laboratorium.

Untuk medis, nitrous oxide digunakan sebagai obat bius ringan dan pereda nyeri, misalnya dalam tindakan kedokteran gigi dan persalinan. Efeknya dapat menimbulkan rasa rileks dan euforia ringan.

Advertisement

Sementara untuk industri otomotif, dipakai pada sistem NOS (Nitrous Oxide System) untuk meningkatkan tenaga mesin. Gas ini menambah suplai oksigen ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi lebih kuat.

Pada industri makanan, kandungan ini digunakan sebagai gas pendorong pada produk seperti whipped cream.

Untuk industri dan laboratorium, kandungan ini dimanfaatkan sebagai oksidator dalam berbagai proses kimia.

Meskipun bermanfaat, nitrous oxide bisa berbahaya jika disalahgunakan, terutama bila dihirup tanpa pengawasan medis.

Menghirup nitorus oxide dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pusing, hingga kerusakan saraf jika digunakan berlebihan.

Sementara itu, sudah banyak kasus kematian terkait nitrous oxide atau gas tertawa yang disalahgunakan untuk tujuan rekreasi.

Dalam studi berjudul US nitrous oxide mortality yang diterbitkan di JAMA Network Open, para peneliti melacak jumlah kematian di Amerika Serikat yang terkait dengan penyalahgunaan nitrous oxide dari tahun 2010 hingga 2023, menggunakan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Menurut penelitian tersebut, angka kematian tahunan akibat keracunan nitrous oxide di AS meningkat hampir 600 persen dalam kurun waktu satu dekade. Dari 1.240 kematian yang dilaporkan selama periode tersebut, 74 persen terjadi dalam 7 tahun terakhir.

(arm/arm)

Komentar

!nsertlive

Advertisement