Awal Mula Pangeran Harry Disebut Jual Kejantanan pada Meghan Markle

INSERTLIVE | Insertlive
Rabu, 20 Jul 2022 21:05 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 03: Meghan, Duchess of Sussex and Prince Harry, Duke of Sussex attend the National Service of Thanksgiving at St Paul's Cathedral on June 03, 2022 in London, England. The Platinum Jubilee of Elizabeth II is being celebrated from June 2 to June 5, 2022, in the UK and Commonwealth to mark the 70th anniversary of the accession of Queen Elizabeth II on 6 February 1952.  on June 03, 2022 in London, England. The Platinum Jubilee of Elizabeth II is being celebrated from June 2 to June 5, 2022, in the UK and Commonwealth to mark the 70th anniversary of the accession of Queen Elizabeth II on 6 February 1952. (Photo by Samir Hussein/WireImage,)
Jakarta, Insertlive -

Pembawa acara Sky News Australia, Cory Bernadi menyindir Pangeran Harry bahwa putra kerajaan itu telah menjual kejantanannya pada Meghan Markle.

Kejadian itu bermula saat Cory Bernadi membacakan berita soal Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Cory Bernadi lantas menyindir Pangeran Harry yang terkesan terlalu tunduk pada Meghan Markle.


"Saya ragu-ragu untuk menamainya seorang pria agar pasangannya tidak tersinggung dengan gelar yang menegaskan gender," kata Cory Bernadi.

Sang pembawa acara itu juga menyinggung soal buku karangan Tom Bower berjudul Revenge: Meghan, Harry and the war between the Windsors.

Buku biografi tersebut ditulis sebagai 'serangan balik' dari Kerajaan Inggris yang selama ini kerap dibongkar oleh Meghan Markle di depan publik.

"Pangeran Harry seharusnya lebih memperhatikan teman-temannya sebelum menyerahkan kejantanannya kepada Meghan Markle 'C-lister' Hollywood," tambah pembawa acara itu membacakan isi komentar dari teman-teman Pangeran Harry.

Tak hanya itu, Cory Bernadi juga menyindir pidato Pangeran Harry saat acara Mandela Day Event.

Menurutnya, Pangeran Harry dan Meghan Markle memiliki kesamaan dengan mantan Presiden Afrika Selatan itu.

Sebagaimana diketahui, mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela bisa merasakan kebebasan setelah dipenjara selama 27 tahun atas tuduhan melakukan sabotase dan bersekongkol menggulingkan pemerintahan.

Jejak sejarah itu kemudian disamakan oleh Cody Bernadi dengan nasib Pangeran Harry dan Meghan Markle yang kini 'terbebas' dari Kerajaan Inggris.

(dis/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER