Dianggap Rendahkan Transgender, Buku Baru JK Rowling Tuai Kontroversi

DIA - INSERTLIVE
Selasa, 15 Sep 2020 16:53 WIB
JK Rowling
Jakarta, Insertlive -

Nama JK Rowling mendadak menjadi trending topic di Twitter lewat tagar #RIPJKRowling pada Selasa (15/9). Tagar itu muncul usai karakter dalam novel terbaru Rowling, Troubled Blood, menjadi perdebatan.

Dalam novel terbarunya itu, Rowling yang memakai nama pena Robert Galbraith menulis satu karakter pria yang digambarkan sebagai pria cisgender yang memakai gaun dan membunuh banyak perempuan.

Karakter itu pun disorot kritikus Jake Kerridge dari The Telegraph. Jake Kerridge menyatakan bahwa inti buku tersebut adalah hilangnya GP Margot Bamborough pada 1974.


Bamborough dalam buku itu dianggap sebagai korban dari Dennis Creed yang disebut waria pembunuh berantai. Karakter waria pembunuh berantai inilah yang dianggap memberi stigma negatif terhadap transgender.

Usai ulasan Jake Kerridge rilis, tanggapan negatif pun bermunculan untuk JK Rowling. Pernyataan-pernyataan Rowling soal LGBT pun kembali dibahas. Penulis Harry Potter ini dianggap merendahkan komunitas tersebut.

 


"Buku baru JK Rowling tentang "pembunuh berantai waria" Sementara itu di dunia nyata jumlah transgender yang terbunuh di Brasil telah meningkat 70% tahun lalu, wanita transgender muda dibiarkan terbakar di mobil dan pria yang membunuh kami," tulis jurnalis sekaligus aktivis LGBT Paris Lees lewat Twitternya.

Sebelumnya, JK Rowling memang disorot lantaran mengutarakan tidak setuju dengan transgender. Ia pun dianggap antitransgender dan dikritik komunitas LGBT serta artis-artis pendukung LGBT yang pernah terlibat dalam film Harry Potter.

[Gambas:Video Insertlive]



(dia/fik)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER