Ungkap Corona Buatan Manusia, Ilmuwan China Langsung Kabur ke Amerika

DIS - INSERTLIVE
Selasa, 15 Sep 2020 16:33 WIB
Li Meng Yan
Jakarta, Insertlive -

Seorang ilmuwan ahli virologi asal China yang melarikan diri ke Amerika Serikat Li Meng Yan mengklaim bahwa pemerintah China berusaha menutupi wabah virus corona.

Li yang memiliki spesialisasi virologi dan imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong mengklaim bahwa China mengetahui tentang virus corona ini jauh sebelum banyaknya laporan mulai muncul ke publik.

Sejak saat itu, ia terpaksa melarikan diri dari Hong Kong karena takut hidupnya dalam bahaya dan muncul di acara 'Loose Women' dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.


Li mengungkap bahwa China telah menghapus seluruh informasinya dari basis data pemerintah.

Ia juga diberitahu bahwa banyak rekannya diminta oleh pemerintah China untuk menyebarkan banyak rumor buruk tentangnya.

"Alasanku datang ke Amerika Serikat karena aku ingin menyampaikan kebenaran dari virus corona ini. Pemerintah China menolak mengizinkan pakar luar negeri termasuk Hong Kong untuk melakukan penelitian di China," ujarnya saat wawancara eksklusif dengan Fox News, dikutip pada Selasa (15/9).

"Aku tahu teman-temanku diminta menyebarkan rumor buruk tentangku. Aku tahu bagaimana mereka (pemerintah China) memperlakukan para pembelot sepertiku," sambungnya.

Dalam klaimnya, Li mengatakan bahwa laporan soal virus corona yang berasal dari pasar basah di Wuhan hanyalah 'tabir asap' semata karena sebenarnya virus tersebut merupakan buatan manusia.

Ia juga berencana untuk menerbitkan laporan tentang klaimnya tersebut dengan menyiapkan beberapa bukti yang menguatkan.

"Ini urutan genom seperti sidik jari manusia dan berdasarkan ini kalian bisa mengidentifikasi hal-hal ini. Saya akan menggunakan bukti ini untuk memberi tahu orang-orang mengapa ini berasal dari laboratorium di China dan mengapa mereka membuatnya," bebernya.

"Siapapun bahkan bila kalian tak memiliki pengetahuan biologi, kalian akan dapat membacanya dan memeriksa serta mengidentifikasi dan memverifikasinya sendiri," lanjutnya.

Li juga mengatakan bahwa ia adalah salah satu ilmuwan pertama yang mempelajari soal virus corona yang kemudian dikenal dengan nama Covid-19.

Ia mengklaim bahwa di akhir Desember 2019 lalu ia diminta oleh atasannya di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong sebuah laboratorium untuk WHO untuk menyelidiki soal kelompok aneh virus yang mirip dengan SARS.

Kini, Li berusaha membuktikan pada publik soal asal-usul virus corona yang masih mewabah di berbagai belahan negara di dunia ini.

"Ini menjadi hal penting karena kamu harus mengetahui soal asal-usul virus ini dan aku akan sangat menyesal bila tak mengatakan kebenarannya pada dunia," tukasnya.

[Gambas:Video Insertlive]



(dis/syf)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER