Dituding Mencuri Desain, Taylor Swift Akhirnya Ubah logo 'Folklore'

ikh - INSERTLIVE
Minggu, 02 Aug 2020 15:24 WIB
Penampilan Taylor Swift untuk album 'Folklore'. Dituding Mencuri Desain, Taylor Swift Akhirnya Ubah logo 'Folklore'/Foto: Instagram/@taylorswift
Jakarta, Insertlive -

Album terbaru Taylor Swift yang berjudul folklore memang sedang mendunia dan jadi perbincangan dimana-mana.

Namun ketika merilis sejumlah merchandise untuk promosi albumnya, Taylor malah dituding mencuri desain logo milik seniman bernama Amira Rasool.

"Kemarin, kami diberi tahu tentang keluhan bahwa penggunaan kata 'the' sebelum 'folklore album' pada beberapa merchandise album folklore menjadi perhatian," keterangan publisis di acara Good Morning America, Minggu (2/8).


Pihak Swift juga menyatakan telah mengubah desain yang dianggap mirip dengan milik Amira. Pengubahan itu berupa dengan menghilangkan kata 'the' pada semua produk.

"Dengan itikad baik, kami menghormati permintaannya dan segera memberi tahu semua orang yang telah memesan barang dengan kata 'the folklore album' bahwa mereka akan menerima pesanan mereka dengan perubahan desain," pernyataan pihak Swift yang dikutip dari E! Online.

[Gambas:Instagram]



Sebelumnya Amira khawatir karena melihat ada kesamaan desain produknya dengan Swift. Amira sendiri mengaku memiliki perusahaan yang menjual barang-barang dari Afrika.

"Taylor Swift, menggunakan nama folklore adalah satu hal, tapi haruskah mencuri logo milik perempuan berkulit hitam, juga?" ujar Rasool kala itu di Instagram.

"Saya membagikan kisah saya untuk mengungkap tren perusahaan besar atau selebriti yang meniru karya pemilik usaha kecil yang dimiliki minoritas. Saya tidak akan membiarkan pencurian terang-terangan ini tidak terkendali." lanjut Amira.

Namun akhirnya Amira bisa merasa lega karena keluhannya itu disambut oleh pihak Swift. Ia sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan tindakan pengubahan logo itu.

"Saya memuji tim Taylor karena mengakui kesalahan dalam barang dagangan yang sebenarnya adalah merek perusahaan saya, @TheFolklore. Saya menyadari bahwa dia sangat mendukung perempuan yang melindungi hak-hak kreatif mereka, jadi sangat baik melihattimnya dalam jalur yang sama," tulisnya di Twitter.

[Gambas:Video Insertlive]



(ikh/ikh)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER