Home Hot Gossip Berita Hot Gossip

Ricuh, Permadi Arya aka Abu Janda Bandingkan Cadar & Kebaya di Hari Kartini

DIS | Insertlive
Selasa, 21 Apr 2020 17:55 WIB
Foto: instagram.com/permadiaktivis
Jakarta, Insertlive - Di tengah gaungan perjuangan emansipasi wanita merayakan Hari Kartini yang jatuh pada hari ini Rabu (21/4), sosok Permadi Arya justru membuat kericuhan.

Permadi Arya alias Abu Janda tampaknya masih tak cukup memahami mengenai gerakan emansipasi wanita, ia baru saja membuat cuitan kontroversial di laman Twitter. 

Dia menuliskan ucapan selamat Hari Kartini dengan membandingkan sosok wanita cantik berkebaya dengan sekelompok wanita bercadar.

"RA Kartini bisa nangis di alam baka kalo tau Kebaya mau diganti Cadar. Selamat hari Kartini #KartiniDay. NO DEBAT," tulis Permadi Arya.

Dalam cuitan itu, Permadi mereduksi makna cadar sebagai simbol penindasan dan poligami semata tanpa melihat sisi lain tentang cadar. Padahal, setiap wanita bisa saja bebas menentukan jalan hidup serta gaya berpakaian sesuai yang mereka inginkan.



Publik yang melihat cuitan Permadi hanya bisa merasakan miris karena Permadi seolah berbicara semangat Kartini yang hanya sebatas urusan gaya berpakaian tanpa mengenang sosok Kartini dalam memperjuangkan hak-hak emansipasi wanita.

Cuitan kontroversial itu lantas menjadi sorotan warganet lainnya yang langsung menyerang Permadi. Sayangnya, Permadi langsung menyembunyikan beberapa balasan komentar.

"Jangan sok-sok mengenang hari kartini kalau masih menilai wanita dari fisik semata. Katanya emansipasi wanita menunjukan derajat yang sama, tapi membenturkan norma budaya dengan syariat agama. Jelas agama lebih utama," komentar akun Farhan Nasrullah.

"cadar BUKAN syariat islam. TIDAK ADA dalam AlQuran. Cadar itu Budaya Yahudi. Pakai cadar tasyabuh menyerupai yahudi," balas Permadi Arya. 

"RA Kartini yg di nilai adalah Cara pemikiranya dan semangat juangnya bukan cara pakaianya Bambang," timpal akun Barry Nendra.

"pakai cadar itu simbolis dari muslimah yang rela dipoligami. cadar itu simbolis penindasan terhadap pemikiran bambaaaaang," balas Permadi Arya.




(dis/syf)

VIDEO TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
FOTO TERKAIT
POPULER
DETIKNETWORK