Pandemi Corona, Ini 5 Tradisi Hari Kartini yang Dirindukan
nap |
Insertlive
Jakarta -
Seharusnya, murid-murid di sekolah serta guru-guru melakukan banyak hal di hari yang paling ditunggu-tunggu itu seperti memakai pakaian adat, pawai keliling sekitar sekolah hingga perlombaan.
Berikut adalah beberapa kegiatan dan tradisi yang pasti akan dirindukan untuk dilakukan pada Hari Kartini di tengah Covid-19 di Indonesia.
Untuk merayakan Hari Kartini, sebelum memulai pawai atau parade para siswa dan guru melakukan upacara di sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang jasa Kartini saat memperjuangkan emansipasi wanita pada zaman dahulu.
Dalam upacara tersebut, biasanya para siswa dan guru mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya. Tak hanya sekolah, biasanya para pekerja kantoran juga ada yang melakukan upacara rayakan Hari Kartini.
Biasanya, untuk merayakan Hari Kartini, seluruh guru atau siswa perempuan di Indonesia mengenakan pakaian adat dari Sabang hingga Merauke untuk merayakan Kartinian.
Kemudian, para siswa dan guru-guru ini melakukan pawai dan parade berkeliling daerah sekolah sambil membawa bendera merah putih.
Tak hanya itu, uniknya para siswa ini pergi ke salon sejak subuh untuk merias wajah mereka agar tampak memukau di Hari Kartini.
Setelah melakukan pawai atau parade, biasanya para siswa dan guru-guru di sekolah melakukan berbagai perlombaan untuk mengenang jasa Kartini.
Lomba-lomba ini malah dikhususkan untuk wanita-wanita yang mengenakan kebaya atau pakaian adat. Perlombaan juga dilakukan untuk kaum pria, mereka mengerjakan berlomba-lomba mengerjakan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh perempuan.
Meskipun susah, hal tersebut tetap dilakukan dengan hati bahagia dan senang di hari Kartini.
Hari Kartini tidak bisa dijauhkan dari pakaian adat yang dikenakan oleh para siswi, guru wanita, dan kaum perempuan di Indonesia.
Tak jarang, setiap acara perlombaan di Hari Kartini pasti ada saja kegiatan peragaan busana adat nasional. Kaum perempuan yang mengenakan pakaian adat paling bagus dan mencolok, bisa mendapatkan hadiah karena perjuangannya itu.
Yang merayakan Hari Kartini, tak hanya siswi dan guru-guru di sekolah. Para pekerja kantoran, terutama wanita juga ada yang mengenakan kebaya atau pakaian adat untuk merayakan hari perjuangan Kartini ini.
Bisa dibilang, di jalanan seharusnya banyak sekali wanita kantoran yang mengenakan kebaya untuk bekerja. Pemandangan ini justru sangat indah dan membuat orang-orang di sekitarnya merasakan perjuangan Kartini yang sebenarnya.
(nap/nap)
Loading ...
Pandemi Corona, Ini 5 Tradisi Hari Kartini yang Dirindukan
Saat ini, seluruh wanita di Indonesia sedang merayakan Hari Kartini untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini, sang pahlawan emansipasi wanita.
Advertisement
Berikut adalah beberapa kegiatan dan tradisi yang pasti akan dirindukan untuk dilakukan pada Hari Kartini di tengah Covid-19 di Indonesia.
1. Upacara Hari Kartini
Untuk merayakan Hari Kartini, sebelum memulai pawai atau parade para siswa dan guru melakukan upacara di sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang jasa Kartini saat memperjuangkan emansipasi wanita pada zaman dahulu.
Dalam upacara tersebut, biasanya para siswa dan guru mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya. Tak hanya sekolah, biasanya para pekerja kantoran juga ada yang melakukan upacara rayakan Hari Kartini.
2. Pawai Pakaian Adat
Biasanya, untuk merayakan Hari Kartini, seluruh guru atau siswa perempuan di Indonesia mengenakan pakaian adat dari Sabang hingga Merauke untuk merayakan Kartinian.
Kemudian, para siswa dan guru-guru ini melakukan pawai dan parade berkeliling daerah sekolah sambil membawa bendera merah putih.
Tak hanya itu, uniknya para siswa ini pergi ke salon sejak subuh untuk merias wajah mereka agar tampak memukau di Hari Kartini.
3. Perlombaan
Setelah melakukan pawai atau parade, biasanya para siswa dan guru-guru di sekolah melakukan berbagai perlombaan untuk mengenang jasa Kartini.
Lomba-lomba ini malah dikhususkan untuk wanita-wanita yang mengenakan kebaya atau pakaian adat. Perlombaan juga dilakukan untuk kaum pria, mereka mengerjakan berlomba-lomba mengerjakan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh perempuan.
Baca Juga : Makna Hari Kartini Bagi Youtuber Ria Ricis |
Meskipun susah, hal tersebut tetap dilakukan dengan hati bahagia dan senang di hari Kartini.
4. Peragaan Busana Adat Nasional
Hari Kartini tidak bisa dijauhkan dari pakaian adat yang dikenakan oleh para siswi, guru wanita, dan kaum perempuan di Indonesia.
Tak jarang, setiap acara perlombaan di Hari Kartini pasti ada saja kegiatan peragaan busana adat nasional. Kaum perempuan yang mengenakan pakaian adat paling bagus dan mencolok, bisa mendapatkan hadiah karena perjuangannya itu.
5. Wanita Berkebaya di Jalan Umum
Yang merayakan Hari Kartini, tak hanya siswi dan guru-guru di sekolah. Para pekerja kantoran, terutama wanita juga ada yang mengenakan kebaya atau pakaian adat untuk merayakan hari perjuangan Kartini ini.
Bisa dibilang, di jalanan seharusnya banyak sekali wanita kantoran yang mengenakan kebaya untuk bekerja. Pemandangan ini justru sangat indah dan membuat orang-orang di sekitarnya merasakan perjuangan Kartini yang sebenarnya.
(nap/nap)