Pangeran Harry & Meghan Markle Boikot 4 Media Inggris, Istana Kecewa
SYAFRINA SYAAF |
Insertlive
Jakarta
-
Pangeran Harry dan Meghan Markle yang sudah bukan anggota senior Kerajaan Inggris kembali berulah dengan merilis surat pernyataan resmi mengenai keputusan mereka memboikot empat media besar di Inggris.
Keduanya secara tegas menarik semua bentuk kerjasama dan tak akan lagi berhubungan dengna empat media Inggris, yakni The Sun, Daily Mail, The Mail, dan Sunday Express sampai waktu yang tidak ditentukan.
Pangeran Harry dan Meghan Markle menuliskan pada surat pernyataan bahwa mereka telah diperlakukan tidak adil oleh pers Inggris.
"Media memiliki hak untuk melaporkan dan menyuarakan opini tentang Duke and Duchess of Sussex, baik atau buruk, tapi itu tidak bisa didasarkan pada kebohongan. Apa yang tidak akan mereka lakukan adalah menjadikan diri sebagai mata uang dalam ekonomi berdasarkan klik dan distorsi," tulis surat pernyataan Pangeran Harry.
Kabarnya, pihak Istana marah kepada adik Pangeran William dan istrinya tersebut. Sebab, mereka merilis pernyataan memboikot media tepat di malam ulang tahun Ratu Elizabeth dan ketika Inggris sedang bertarung melawan pandemi virus corona.
Ian Murray perwakilan dari Society of Editors mengatakan bahwa keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle merupakan langkah egois kepada Media Inggris yang sering mengajukan pertanyaan tidak nyaman kepada mereka.
"Meskipun para duke Inggris mengatakan mereka mendukung pers bebas, tidak ada yang lolos dari tindakan mereka di sini sebagai penyensoran. Mereka (Pangeran Harry dan Meghan) memberikan contoh kepada kelompok kaya untuk menggunakan status menyerang media ketika pemberitaan tidak sesuai keinginan," sebut Ian.
Ian mencatat bahwa keempat media yang diboikot Pangeran Harry dan Meghan telah menuliskan liputan positif mengenai mereka dalam jumlah yang besar.
Menurut Daily Mail tanggal perilisan surat boikot media itu terbilang mencurigakan karena dirilis bertepatan dengan periode promosi film Disney bertajuk Elephant di mana Meghan Markle salah satu pengisi suara.
(syf/syf)
Keduanya secara tegas menarik semua bentuk kerjasama dan tak akan lagi berhubungan dengna empat media Inggris, yakni The Sun, Daily Mail, The Mail, dan Sunday Express sampai waktu yang tidak ditentukan.
Advertisement
Pangeran Harry dan Meghan Markle menuliskan pada surat pernyataan bahwa mereka telah diperlakukan tidak adil oleh pers Inggris.
"Media memiliki hak untuk melaporkan dan menyuarakan opini tentang Duke and Duchess of Sussex, baik atau buruk, tapi itu tidak bisa didasarkan pada kebohongan. Apa yang tidak akan mereka lakukan adalah menjadikan diri sebagai mata uang dalam ekonomi berdasarkan klik dan distorsi," tulis surat pernyataan Pangeran Harry.
Kabarnya, pihak Istana marah kepada adik Pangeran William dan istrinya tersebut. Sebab, mereka merilis pernyataan memboikot media tepat di malam ulang tahun Ratu Elizabeth dan ketika Inggris sedang bertarung melawan pandemi virus corona.
Ian Murray perwakilan dari Society of Editors mengatakan bahwa keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle merupakan langkah egois kepada Media Inggris yang sering mengajukan pertanyaan tidak nyaman kepada mereka.
"Meskipun para duke Inggris mengatakan mereka mendukung pers bebas, tidak ada yang lolos dari tindakan mereka di sini sebagai penyensoran. Mereka (Pangeran Harry dan Meghan) memberikan contoh kepada kelompok kaya untuk menggunakan status menyerang media ketika pemberitaan tidak sesuai keinginan," sebut Ian.
Ian mencatat bahwa keempat media yang diboikot Pangeran Harry dan Meghan telah menuliskan liputan positif mengenai mereka dalam jumlah yang besar.
Menurut Daily Mail tanggal perilisan surat boikot media itu terbilang mencurigakan karena dirilis bertepatan dengan periode promosi film Disney bertajuk Elephant di mana Meghan Markle salah satu pengisi suara.