Djoko Judojoko, Dokter Bedah Meninggal Diduga Positif Corona
Agustin Dwi Anandawati |
Insertlive
Jakarta
-
Di tengah heboh kasus virus corona COVID-19 di Indonesia, duka datang dari dunia kesehatan. Dokter Djoko Judojoko meninggal dunia pada Sabtu 21 Maret.
Dokter Djoko dikabarkan meninggal dunia karena diduga terinfeksi virus corona COVID-19.
Kabar duka itu dibagikan pertama kali oleh dokter Pandu Riono, staf senior Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di laman Twitternya.
Sosok dokter Djoko Judojoko adalah seorang dokter bedah dari Universitas Indonesia. Almarhum dikenal banyak menimba ilmu kedokteran dari berbagai universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri.
Ia juga menempuh pendidikan informal di Microsurgery of the Skull Base Tumor, The Nordstadt Krankenhaous Hannover pada 1985 dan Posterior Spinal Fusion Surgery training, di Royal Perth Rehabilitation Center pada 1992.
Djoko Judojoko juga tergabung dalam Ikatan Ahli Beda Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia.
Dokter Djoko Judojoko sempat bekerja di beberapa rumah sakit seperti Mayapada Hospital, Siloam Hospital, dan Elang Medical Center, Sentul, Bogor.
(agn/agn)
Loading ...
Dokter Djoko dikabarkan meninggal dunia karena diduga terinfeksi virus corona COVID-19.
Kabar duka itu dibagikan pertama kali oleh dokter Pandu Riono, staf senior Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di laman Twitternya.
Advertisement
Sosok dokter Djoko Judojoko adalah seorang dokter bedah dari Universitas Indonesia. Almarhum dikenal banyak menimba ilmu kedokteran dari berbagai universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri.
Ia juga menempuh pendidikan informal di Microsurgery of the Skull Base Tumor, The Nordstadt Krankenhaous Hannover pada 1985 dan Posterior Spinal Fusion Surgery training, di Royal Perth Rehabilitation Center pada 1992.
Djoko Judojoko juga tergabung dalam Ikatan Ahli Beda Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia.
Dokter Djoko Judojoko sempat bekerja di beberapa rumah sakit seperti Mayapada Hospital, Siloam Hospital, dan Elang Medical Center, Sentul, Bogor.
(agn/agn)