Advertisement

Harga Rokok Resmi Melonjak, Enggak Sayang Uangnya Buat 'Ngudud'?

aca | Insertlive
Harga rokok kembali naik pada awal 2020 ini seiring kebijakan pemerintah menaikkan cukai hasil tembakau atau cukai rokok.
Foto: Pexels
Jakarta -

Harga Rokok Resmi Melonjak, Enggak Sayang Uangnya Buat 'Ngudud'?

Pemerintah telah resmi menetapkan kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CTH) atau cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35%. Hal itu membuat harga rokok di pasaran juga ikut naik.


Dilansir dari Detik.com, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau, keputusan tersebut mulai berlaku kemarin, tepatnya 1 Januari 2020.

Kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96%. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%.

Kenaikan cukai rokok sendiri dilandaskan oleh keinginan pemerintah untuk menurunkan angka perokok.


Daftar Harga Rokok

Lantas berapa harga rokok sekarang?

Advertisement



Selanjutnya, ini daftar kenaikan harga rokok yang dijual di mini market pada 1 Januari:
Marlboro Merah dari Rp 24 ribu menjadi Rp 25 ribu
Marlboro Filter Black dari Rp 23 ribu menjadi Rp 24 ribu
Marlboro Menthol dari Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu
Sampoerna Mild dari Rp 20 ribu menjadi Rp 23 ribu
Gudang Garam Filter dari Rp 19 ribu menjadi Rp 21 ribu
Djarum Super dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu
U Mild dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu
LA Light dari Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu
Surya Pro dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu
Magnum dari Rp 17 ribu jadi Rp 20 ribu
Dunhill dari Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu
Dji Sam Soe dari Rp 19 ribu jadi Rp 21 ribu


Masih Tetap Laku Dibeli

Meski sudah mengalami kenaikan yang terbilang cukup signifikan, rokok tetap laku dibeli. Padahal, para pembeli sebenarnya sudah terus-terusan mengeluhkan harga rokok yang semakin mahal.


"Ngeluh mah ngeluh, beli mah beli orangnya, laku-laku aja kita mah kalau rokok," kata Hani, seorang pemilik warung yang menjual rokok di kawasan Tangerang Selatan, Rabu (1/1).

Hal itu juga disampaikan oleh penjual lainnya, Bahman.

"Tetap habis kok rokok, jualannya laku biar harga naik juga. Perokok mah yang penting bisa ngudud kan," katanya.


Perokok akan Berhenti Merokok?

Seorang driver ojek online bernama Usman mengaku tetap akan membeli rokok, meskipun dia mengaku kaget dengan adanya kenaikan harga rokok.

Usman sendiri bisa menghabiskan dua bungkus rokok Sampoerna Mild dalam sehari.

"Kaget juga saya ternyata cukai naik hari ini. Pantesan kok kayaknya beli rokok dari kemarin mahal amat, gawat nih rokok mah penting buat saya, berasa juga sih kalau naik, sehari aja bisa Rp 40 ribuan saya beli rokok sekarang, kalau naik makin berasa," kata Usman saat ditemui di Jakarta Selatan.


Menurut Usman, dirinya mungkin akan mengakali cara membeli rokok agar tetap bisa 'ngudud'. Dia mengatakan mungkin akan membeli rokok dalam jumlah besar agar lebih murah atau pilihan lain mengganti jenis rokok yang dia konsumsi.

"Saya akalin ya paling, enggak tau bisa apa kagak berhenti. Udah kepalang kecanduan saya. Saya beli se-slop sekalian kali ya biar murah atau ya relain dah ganti enggak rokok Mild, cari yang lebih murah," kata Usman.

Hal yang sama juga diakatakan Fajrin, seorang kasir di sebuah minimarket.

Ia mengaku belum berniat untuk berhenti merokok. Ia juga mengakui cukup terbebani dengan kenaikan harga rokok.

"Saya sih emang udah ngurangin, karena kerja juga kan jadi kasir enggak bisa seenaknya keluar buat ngerokok. Sehari saya bisa sebungkus (Gudang Garam) Filter, dulu bisa dua kali beli, tapi kalau ditanya mau berhenti belum kayaknya," ungkap Fajrin.



(aca/syf)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement