Kim Gordon eks Sonic Youth Umumkan Album Baru, Tulis Lirik Pakai Kata Terlarang Era Trump

Insertlive | Insertlive
Jumat, 16 Jan 2026 10:00 WIB
Kim Gordon Kim Gordon eks Sonic Youth Umumkan Album Baru 'Play Me' / Foto: Instagram/kimletgordon/@joeymartinez
Jakarta, Insertlive -

Kim Gordon, mantan pentolan Sonic Youth resmi mengumumkan album solo terbarunya berjudul Play Me.

Album ini akan dirilis pada 13 Maret 2026 melalui Matador Records, sekaligus menjadi rilisan solo ketiga bagi mantan personel Sonic Youth dan anggota Free Kitten tersebut.

Sebagai pembuka, Gordon merilis single utama 'Not Today' pada Rabu, 14 Januari 2026. Lagu tersebut memperlihatkan pendekatan musikal yang terasa lebih ringkas, ekspresif, dan penuh ketegangan emosional, menandai fase baru dalam perjalanan solonya.

ADVERTISEMENT

Menurut keterangan resmi, Play Me digambarkan sebagai album yang ringkas dan langsung terasa, dengan eksplorasi irama yang lebih melodis tanpa meninggalkan dorongan motorik khas krautrock.

Dalam proses kreatifnya, Gordon kembali bekerja sama dengan produser Justin Raisen, yang sebelumnya dikenal lewat kolaborasi dengan Charli XCX, Sky Ferreira, dan Yves Tumor.

"Kami ingin lagu-lagunya pendek. Kami ingin mengerjakannya dengan sangat cepat. Lebih terfokus, dan mungkin lebih percaya diri. Saya selalu bekerja berdasarkan ritme, dan saya tahu saya ingin album ini lebih berorientasi pada beat daripada yang sebelumnya. Justin benar-benar memahami suara dan lirik saya dan dia mengerti cara saya bekerja-itu lebih terlihat di album ini," ungkapnya.

Single 'Not Today' dibuka dengan dentingan gitar terdistorsi dan lapisan instrumental yang atmosferik serta tenang, sebelum vokal khas Gordon masuk secara perlahan.

Lagu ini menampilkan ketegangan puitis yang jarang ia eksplorasi dalam beberapa tahun terakhir.


"Saya mulai bernyanyi dengan cara yang sudah lama tidak saya lakukan. Suara lain ini muncul," ujarnya.

Lagu tersebut juga dirilis bersama film pendek yang disutradarai oleh Kate dan Laura Mulleavy, pendiri label fesyen Rodarte.

Dalam visualnya, Gordon tampil mengenakan gaun sutra yang diwarnai tangan dari koleksi awal Rodarte, yang dibuat khusus untuknya oleh keluarga Mulleavy.

Secara garis besar, Play Me melanjutkan benang merah dari album debut solo Gordon, No Home Record (2019), serta album keduanya yang lebih berani dan eksperimental, The Collective (2024).

Namun, album terbaru ini memperlihatkan fokus yang lebih tajam terhadap isu-isu sosial kontemporer, mulai dari kebangkitan teknologi AI, kondisi politik global, hingga dampak destruktif kelas miliarder.

Pendekatan yang berorientasi ke luar tersebut diseimbangkan dengan nuansa emosi yang lebih cair, di mana Gordon menolak pernyataan final dan justru mempertahankan rasa ingin tahu serta individualitas dalam tiap lagu.

"Harus saya akui, hal yang paling memengaruhi saya adalah berita. Kita sekarang berada di semacam 'pasca-kekaisaran', di mana orang-orang menghilang begitu saja," ujar Kim.

"Itu semacam bagian tak terpisahkan dari budaya kemudahan yang kita jalani, di mana pilihan kita selalu diatur." sambungnya.

Gordon juga menyoroti bagaimana kapitalisme modern membentuk perilaku manusia.

"Produk-produk diberi merek sedemikian rupa sehingga mencoba memprediksi suasana hati Anda sebelum Anda benar-benar merasakan suasana hati tersebut. Saya merasa hal itu menarik, tetapi juga sangat menyinggung," kata Kim.

Dalam daftar lagu, Play Me memuat kritik tajam melalui sejumlah nomor. Lagu 'Subcon' menyasar para miliarder dan ambisi kolonisasi luar angkasa, sementara 'No Hands' menangkap kenekatan suasana nasional Amerika Serikat.

Di sisi lain, 'Dirty Tech' menyampaikan rasa iba terhadap manusia yang terjebak dalam teknologi AI, sekaligus menyoroti dampak lingkungannya.

Album ini ditutup dengan 'ByeBye25', sebuah versi baru dari lagu pembuka The Collective yang kini diperkaya dengan lirik dari daftar kata-kata terlarang era Trump, mulai dari "mereka/mereka" dan "perubahan iklim" hingga "flu burung" dan "alergi kacang".

Melalui Play Me, Kim Gordon kembali menegaskan posisinya sebagai seniman yang tak pernah berhenti bereksperimen, sekaligus tetap relevan dalam membaca kegelisahan zaman.

(ikh/yoa)
Tonton juga video berikut:

ARTIKEL TERKAIT

snap logo
SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
LEBIH LANJUT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER