12 Kali Pembebasan Bersyarat Mark Chapman Pembunuh John Lennon Ditolak

Insertlive | Insertlive
Rabu, 14 Sep 2022 17:15 WIB
27th November 1966:  British rock musician and member of The Beatles, John Lennon (1940 - 1980), dressed as a Public Lavatory Commissionaire during the filming of the 'Not Only...But Also' Christmas Special, starring Peter Cook and Dudley Moore. He is outside a public convenience near Berwick Street, in London's Soho. (Photo by Ron Case/Keystone/Hulton Archive/Getty Images)
Jakarta, Insertlive -

Mark Chapman merupakan sosok yang telah menghabisi nyawa John Lennon, personel The Beatles.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Chapman kembali mengajukan pembebasan bersyarat.

Namun, pembebasan bersyarat yang diajukan Chapman untuk ke-12 kalinya ini kembali ditolak.


Chapman yang kini sudah berusia 67 tahun itu membunuh Lennon di apartemen milik sang musisi di New York pada Desember 1980.

Kala itu, Lennon dan sang istri Yoko Ono baru pulang ke gedung Upper West Side usai melakukan proses rekaman musik.

Chapman pun saat itu sudah menunggu di depan kamar apartemen dan langsung meletuskan beberapa tembakan yang menewaskan Lennon.

Padahal beberapa jam sebelumnya, Chapman sempat meminta tanda tangan dari Lennon.

Dilansir dari Billboard, Departemen Pemasyarakatan dan Pengawasan Komunitas Negara Bagian menyatakan bahwa Chapman muncul di hadapan dewan pembebasan bersyarat pada akhir Agustus 2022.

Pejabat Pemasyarakatan New York pun menyatakan bahwa pengajuan pembebasan bersyarat Chapman kembali ditolak.

Rencananya, Chapman akan kembali bertemu dengan dewan pembebasan bersyarat pada Februari 2024.

Chapman harus menunggu selama dua tahun lagi untuk bisa kembali menjalani persidangan.

Dalam persidangan sebelumnya, Chapman sempat mengakui bahwa tindakannya sebagai perbuatan yang tidak termaafkan.

Bahkan, Chapman merasa bahwa dirinya memang pantas untuk menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

"Itu memang tercela, aku tidak akan mengeluh bila memang harus tetap di penjara selama sisa hidupku," ungkap Chapman dalam persidangan.

Selain itu, Chapman juga sempat mengungkapkan alasannya menghabisi nyawa Lennon.

"Saya membunuhnya karena dia sangat, sangat, sangat terkenal dan itulah satu-satunya alasan. Sangat egois," lanjut Chapman.

Meski begitu, Chapman mengaku menyesal dan merasa malu setiap tahun karena telah membunuh Lennon.

"Tiga puluh tahun yang lalu saya tidak bisa mengatakan bahwa saya merasa malu dan saya tahu apa itu rasa malu sekarang," ujar Chapman.

Chapman dihukum penjara seumur hidup di Fasilitas Pemasyarakatan Green Haven yang berada di bagian utara New York.

Chapman terbukti dan mengaku bersalah telah melakukan kejahatan berupa pembunuhan tingkat dua.

(ikh/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER