Alasan Mathias Muchus Tidak Mau Disebut Aktor Senior
Agasa Harcis |
Insertlive
Jakarta
-
Mathias Muchus turut terlibat dalam film terbaru berjudul Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi.
Mathias berperan sebagai seorang ketua RT di pemukiman pinggiran kota Jakarta.
Mathias mengaku bahwa dirinya tak ingin disebut sebagai aktor senior, meskipun tak perlu dimungkiri dia telah memiliki segudang pengalaman di ranah sinema.
"Setiap main saya tidak pernah menempatkan diri sebagai senior atau junior gitu, kita sama-sama, karena film ini dibangun atas dasar sama-sama, yang membuat beda itu adalah penokohannya," ujar Mathias saat ditemui di Epicentrum, Jakarta, Jumat (12/7).
Ia memang tak ingin mempermasalahkan label senior dan junior dalam dunia perfilman.
Menurut dia, hal itu tidak bisa dikaitkan dengan kemampuan berakting.
"Kalau masalah saya senior udah main banyak film itu tidak boleh dipersoalkan, jadi menurut saya nggak usah dikotomi," kata Mathias.
Mathias menjelaskan, tidak ada hal yang membedakan semua peran di dalam film tersebut, malah mereka semua asyik terlibat diskusi mengenai peran dan penokohan.
"Kita main bareng, kerja bareng, tanggung jawab bareng, berproses bareng, jadi kita banyak ngumpul dan diskusinya, tukar pikiran, ya mungkin saya lebih pengalaman jadi diskusinya bisa lebih hangat," urainya.
Selain itu, Mathias juga senang bisa beradu akting dengan para artis muda. Ia mengakui kemampuan para artis muda yang jago dalam berakting.
"Saya senang main sama mereka karena pemainnya jago-jago, yang udah sering main nyablak gitu, jadi asik-asik aja, antara syuting dan nggak syuting kayaknya sama aja, karena bacotnya gede semua," jelasnya.
(ikh/syf)
Loading ...
Mathias berperan sebagai seorang ketua RT di pemukiman pinggiran kota Jakarta.
Advertisement
Mathias mengaku bahwa dirinya tak ingin disebut sebagai aktor senior, meskipun tak perlu dimungkiri dia telah memiliki segudang pengalaman di ranah sinema.
"Setiap main saya tidak pernah menempatkan diri sebagai senior atau junior gitu, kita sama-sama, karena film ini dibangun atas dasar sama-sama, yang membuat beda itu adalah penokohannya," ujar Mathias saat ditemui di Epicentrum, Jakarta, Jumat (12/7).
Ia memang tak ingin mempermasalahkan label senior dan junior dalam dunia perfilman.
Menurut dia, hal itu tidak bisa dikaitkan dengan kemampuan berakting.
"Kalau masalah saya senior udah main banyak film itu tidak boleh dipersoalkan, jadi menurut saya nggak usah dikotomi," kata Mathias.
Mathias Muchus/ Foto: Marianus Harmita |
Mathias menjelaskan, tidak ada hal yang membedakan semua peran di dalam film tersebut, malah mereka semua asyik terlibat diskusi mengenai peran dan penokohan.
"Kita main bareng, kerja bareng, tanggung jawab bareng, berproses bareng, jadi kita banyak ngumpul dan diskusinya, tukar pikiran, ya mungkin saya lebih pengalaman jadi diskusinya bisa lebih hangat," urainya.
Selain itu, Mathias juga senang bisa beradu akting dengan para artis muda. Ia mengakui kemampuan para artis muda yang jago dalam berakting.
"Saya senang main sama mereka karena pemainnya jago-jago, yang udah sering main nyablak gitu, jadi asik-asik aja, antara syuting dan nggak syuting kayaknya sama aja, karena bacotnya gede semua," jelasnya.
(ikh/syf)
Mathias Muchus/ Foto: Marianus Harmita