Kesulitan Mathias Muchus Jadi Pak RT

Agasa Harcis - INSERTLIVE
Sabtu, 13 Jul 2019 18:34 WIB
Kesulitan Mathias Muchus Jadi Pak RT Mathias Muchus/Foto: Marianus Harmita
Jakarta, Insertlive - Mathias Muchus kembali berakting dalam film terbaru berjudul, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi. Film tersebut merupakan garapan sutradara yang juga sahabat lama Mathias, John De Rantau.

Peran Mathias di sini sebagai ketua RT di pemukiman pinggiran kota Jakarta. Ia bercerita soal tokoh pak RT dalam film ini yang umum ditemui masyarakat Indonesia. 

"Tipikal ketua RT di kampung, buat saya tokohnya sangat menarik untuk dimainkan, saya bisa lebih bebas dan liar untuk menafsirkan tokoh ini. Dan memainkannya juga lebih asyik, karena nggak punya batasan atau pakem etika dan moral segala macam, ya banyak nyablak lah istilahnya," ujar Mathias saat ditemui di Epicentrum, Jakarta, Jumat (12/7).

Kisah kehidupan masyarakat pinggiran kota besar di Indonesia memang sangat menarik untuk diangkat. Apa lagi, menurutnya kisah itu terasa sangat jujur dan realita.

"Kalau mereka ngomong kan kenceng tuh di kampung-kampung, emak-emaknya negur segala macem, anaknya berantem, teriak-teriak itu udah biasa aja. Seru banget mainnya, mudah-mudahan filmnya juga seseru mainnya," kata Mathias.

Menurut Mathias ada tantangan tersendiri untuk berperan sebagai pak RT di film terbarunya. Apa lagi ia harus bisa mencerminkan realita seorang RT di kehidupan sehari-hari.

"Secara tokoh sih nggak jauh-jauh amat ya, masih tokoh yang kita kenal sehari-hari, gampang-gampang susah sih ya. Susah karena memang ada banyak problem di gang, dan gampang karena tipikal pak RT itu ya manusia biasa," karta Mathias.

(ikh/fik)
KOMENTAR
POPULER