Al-Qur'an & Salat Taubat Jadi Penguat Citra Kirana Hadapi Kemelut Hati Gagal Punya Anak Kedua
Kabar yang dibagikan Citra Kirana kali ini bukan tentang karier atau proyek terbaru, melainkan perjalanan emosional yang jarang dibuka ke publik.
Di balik senyum dan kehidupan keluarganya yang terlihat hangat, tersimpan perjuangan panjang untuk menghadirkan anak kedua yang ternyata tak semudah saat ia mengandung anak pertamanya.
Lewat unggahan di Instagram, Citra Kirana atau yang akrab disapa Ciki akhirnya menceritakan proses ikhtiar yang ia jalani bersama sang suami, Rezky Aditya.
Keinginan sederhana mereka, yaitu memberi adik untuk putra pertama mereka, Athar, berubah menjadi perjalanan penuh harap, doa, dan air mata.
"Bismillah...... pengen cerita tentang proses ikhtiar aku dan masky kmrn untuk bisa kasih adik untuk Athar," tulisnya.
Ia mengingat bagaimana kehamilan pertama terasa begitu dimudahkan. Namun, saat mencoba untuk anak kedua, realitanya berbeda jauh dari ekspektasi.
"Alhamdulillah waktu Allah hadirkan athar kita dikasih kemudahan bangettttt," katanya.
Merasa perlu usaha lebih, Ciki dan Rezky akhirnya memilih jalur medis dengan menjalani program bayi tabung atau IVF. Keputusan itu diambil setelah berbagai pertimbangan.
"Tapi yang 'rencana' kedua ini kita ikhtiar pake proses IVF (mutusin ivf karna satu dan lain hal ). semua berjalan sesuai prosedurnyaa dari bulan januari udah persiapan untuk ambil sel telur dll," ungkapnya.
Perjalanan itu tidak instan. Sejak Januari, ia menjalani berbagai tahap medis hingga akhirnya tiba di momen penting: embryo transfer pada April.
"Sampai akhrnya di bulan april iniii kita dijadwalkan untuk embryo transfer. Tugas dokter hanya sampaii proses ini, sisa nya kita serahkan sama Allah," ucapnya.
Setelah proses tersebut, Ciki memilih untuk benar-benar berhenti dari rutinitas padatnya. Ia menjalani bedrest total, fokus pada kondisi tubuh, dan mencoba menjaga pikiran tetap tenang.
"After ET aku bedrest di rumah ajaa, nikmatiin hiduupp bangeett hehhe ga mikir kerjaaan, literally cuma makan, tidur dan leyeh2 di rumah selama 2 minggu," katanya.
Namun, harapan yang ia jaga selama dua minggu itu harus berakhir dengan kenyataan pahit. Hasil testpack menunjukkan negatif.
"Daann tiba waktu nya aku udah bisa testpack, deg2an bgtt rasa nyaaa. Tapi ternyata hasilnya NEGATIVE. Sedihh? Pastiiiii," tulisnya jujur.
Di titik terendah itu, sosok kecil bernama Athar justru menjadi sumber kekuatan terbesar. Kehadiran anak pertamanya mampu menguatkan hati yang sempat runtuh.
"Tapi bersyukurnya aku punya athar, masyaAllah hati km besar banget nak. Dia ngehibur aku bangeettt disaat2 aku rapuh. Aku tau dia pengen banget punya adik. aku dan masky insyaAllah ikhlass, kita percaya ini yang terbaik," ujarnya.
Tak hanya bersandar pada keluarga, Ciki dan Rezky juga mencari ketenangan lewat spiritualitas. Dalam momen penuh haru, mereka mencoba bertanya kepada Tuhan melalui Al-Qur'an.
"Yang bikin kita makin ikhlas dan berserah, kita langsung tanya sama Alquran saat itu. solat tobaatt, doa dan ceritain semua sama Allah.. lalu buka al quran dan tunjuk satu ayat secara random," ungkapnya.
Jawaban yang ia rasakan begitu 'kena' membuatnya tak kuasa menahan tangis.
"MasyaAllah aku makin nangiiiss dan bikin merinding bangeettt. Allah langsung jawab pertanyaan2 yg ada di pikiran aku dgn surat Al-furqon ayat 74-75. Kok bisa paas bgt dapet ayat nya? Aku jg gatau, itulah kuasa Allah," lanjutnya.
Berdasarkan pengalaman itu, Ciki mengaku belajar satu hal penting bahwa manusia hanya bisa berencana, sementara hasil akhirnya tetap di tangan Tuhan.
"Emang yaaa kita manusia itu hanya bisa berencana, tapi tetep Allah yang mutusin semuanya," jelasnya.
Ia pun memilih untuk menerima dengan ikhlas, meski belum diberi kesempatan untuk memiliki anak kedua.
"Kalo memang Allah belum kasih izin untuk kita punya keturunan lagi, kita bisa apa?? Hanya doaaaa... doaa.. dan berseraaah.... semua ini pasti yang terbaik dari Allah," tuturnya.
Di akhir ceritanya, Ciki menyampaikan pesan hangat untuk mereka yang sedang berada di perjuangan serupa.
"Semangaaatt yaaa untuk semua pejuang garis dua, jgn lupa selalu bersyukur yaaahh," tutupnya.
Kisah ini bukan sekadar tentang kegagalan program kehamilan, tetapi tentang menerima, berdamai, dan tetap percaya di tengah harapan yang belum terwujud.
Sebuah pengingat bahwa di balik setiap doa yang belum terkabul, selalu ada rencana lain yang sedang disiapkan.
(ikh/fik)