Advertisement

Denada Ungkap Perjuangan Lahirkan Ressa hingga Alasan Serahkan Anak ke Keluarga

kpr | Insertlive
Denada
Denada Ungkap Perjuangan Lahirkan Ressa hingga Alasan Serahkan Anak ke Keluarga / Foto: YouTube / Feni Rose
Jakarta -

Denada akhirnya muncul ke publik di tengah konfliknya dengan anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano, terkait gugatan perdata senila Rp7 miliar, yang kasusnya masih bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat berbincang dengan di kanal YouTube Feni Rose, Denada menceritakan bagaimana kisah masa lalunya dari melahirkan hingga akhirnya Ressa diasuh oleh paman dan bibinya di Banyuwangi.

Denada mengaku merasa amat bersalah kepada Ressa lantaran tidak merawat dan membesarkan putranya itu secara langsung. Terkait gugatan yang dilayangkan Ressa kepadanya, Denada merasa hal tersebut risiko atas kesalahan yang telah dilakukannya.

"Aku merasa amat bersalah ke Ressa, ke Aisya, ke mama, ke keluarga besar, ke adik-adik aku. Di sisi lain kayak aku merasa bahwa mungkin ini harus aku alami dan aku harus menerima itu dan aku harus menjalani itu," aku Denada saat berbincang di kanal YouTube Feni Rose, dilihat, Selasa (17/3).

Advertisement

"Nggak bisa membayar kesalahan ku, tidak bisa menebus kesalahan ku. Tapi aku jalani itu sebagai itu adalah bagian dari kesalahan yang pernah aku bikin," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Denada membantah dugaan dirinya menelantarkan Ressa. Denada mengaku justru awalnya ia berusaha untuk mempertahankan Ressa usai mengetahui dirinya hamil di luar nikah.

"Ressa itu nggak dibuang. Aku tuh mengandung dia dan melahirkan dia itu dengan penuh kasih, dengan penuh sayang. Aku mengambil keputusan itu sadar-sadarnya, semantap-mantapnya tanpa ada keraguan," ungkapnya.

"Pada saat pertama kali aku tahu aku hamil, aku tidak pernah ada keraguan untuk keputusan keep the baby, meneruskan kehamilan aku dan melahirkan," lanjut Denada.

Setelah berjuang seorang diri dengan kehamilannya, Denada akhirnya melahirkan Ressa secara normal. Namun, diakui Denada bahwa Ressa lahir lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

"Aku melahirkan normal dan sebelum waktunya. Tapi alhamdulillah sehat. Tapi aku nggak tahu itu termasuk prematur atau nggak. Aku nggak begitu ingat seberapa sebelumnya, tapi itu sebelum waktunya. Setelah itu aku masih harus stay beberapa saat untuk diobservasi," ceritanya.

"Pada saat itu aku berkecamuk sekali, sedih, bingung. Tapi juga bahagia karena alhamdulillah lahir selamat, sehat. Dan aku juga ada sedikit rasa bangga karena aku bisa melakukan ini," imbuh Denada.

Denada mengaku kala itu ia menghadapi hal yang sangat berat. Bahkan, Denada mengaku kejadian di masa lampau menyisakan trauma yang begitu mendalam.

Bagaimana tidak, ia harus menjalani masa kehamilannya seorang diri tanpa didampingi oleh ayah biologis Ressa. Denada tak menampik adanya beban mental yang dirasakannya harus membesarkan Ressa tanpa sosok ayah.

"Pada saat itu ada hal-hal yang terjadi dalam hidup aku, yang berat buat aku, cukup traumatize buat aku, menyisakan trauma buat aku, yang cukup berat buat aku secara mental buat ngejalanin," tutur Denada.

"Beban mental tanggung jawab aku kepada dia (Ressa) bahwa dia akan tumbuh besar, tidak di dalam gambaran rumah tangga dan gambaran keluarga yang utuh sepenuhnya, yang ideal. Jadi ada pemikiran itu," lanjutnya lagi.

Denada pun mengaku kala itu ia berusaha menyembunyikan kehamilan dan kelahiran Ressa dari publik. Pasalnya, kala itu karier Denada di industri hiburan tengah bersinar.

"Pada saat itu kan kita rahasiakan sekali ya. Pada saat itu orang udah tahu siapa mama. Dan aku pada saat itu juga udah berkarier," akunya.

Hingga akhirnya, setelah pergulatan batin tentang bagaimana mengurus anak seorang diri, sang ibunda, Emilia Contessa menyarankan agar Ressa diurus oleh keluarga mereka di Banyuwangi.

"Suatu hari mama ngomong sama aku 'Mbak mama mau ngomong sama kamu. Gimana pendapat kamu kalau misalnya Tante Ratih dan Om Dino meminta untuk mengasuh Ressa?'. Jadi Om Dino itu adalah adik laki-laki bungsu mama. Om Dino punya anak tiga (perempuan semua). Aku tahu pada saat itu Om Dino dan Tante Ratih udah lama menginginkan punya anak laki-laki," cerita Denada.

Awalnya Denada tak langsung memberikan jawaban atas pertanyaan sang ibunda. Namun, setelah berpikir panjang dan demi masa depan sang buah hati, Denada pun akhirnya setuju untuk menyerahkan Ressa kepada keluarganya di kampung halaman.

"Pada saat mama ngomong itu, aku nggak langsung jawab, aku pikirin. Tapi setelah aku pikir lagi, bayangan aku pada saat itu Ressa akan berada sama Om Dino, Tante Ratih, keluarga dekat, keluarga besar, dan tinggal di Banyuwangi. Jadi di Banyuwangi keluarga aku semua, dan ada Eyang aku yang aku panggil ibuk. Ibu ini almarhumah itu salah satu yang istilahnya ditakutin, dihormatin di keluarga," ungkapnya.

Kala itu Denada berpikir Ressa akan memiliki kehidupan yang lebih baik, lantaran mendapatkan kasih sayang dari sosok ayah dan ibu.

"Aku pikir perfect, karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga, rumah tangga dimana dia akan melihat sosok bapak, sosok ibuk, dia akan disayang di situ, akan memperhatikan dia, nggak ada yang bakal nyakitin dia," pungkasnya.

(kpr/kpr)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement