Mengenal IVF, Metode yang Dilakukan Luna Maya Agar Punya Anak Kembar
Kehidupan rumah tangga Luna Maya dan Maxime Bouttier kembali menjadi sorotan publik.
Setelah resmi menikah pada 2025, pasangan ini kini mulai terbuka membicarakan rencana memiliki momongan, termasuk kemungkinan menjalani program bayi tabung.
Dalam sebuah podcast bersama Sara Wijayanto, Luna Maya mengaku tengah serius mempertimbangkan program kehamilan melalui metode IVF atau In Vitro Fertilization.
Menariknya, aktris berusia 40-an itu ternyata memiliki keinginan spesial soal calon buah hatinya.
"Aku maunya fokus buat coba program IVF, pengen kembar. Ya sekali dua langsung selesai gitu," ujar Luna Maya sambil tertawa.
Keinginan memiliki anak kembar itu muncul bukan tanpa alasan. Luna Maya menyadari faktor usia membuatnya ingin lebih terencana dalam menjalani program kehamilan.
Karena itu, ia bahkan sempat berencana mengurangi aktivitas pekerjaan demi fokus menjalani proses bayi tabung.
"Tadinya makanya sempat aku statement tahun ini mau hiatus. Aku mau fokus buat coba program IVF ini," ungkapnya.
Luna Maya juga menjelaskan sedikit proses IVF yang dipahaminya. Metode tersebut dilakukan dengan mengambil sel telur sehat untuk dibekukan, lalu nantinya dipertemukan dengan sperma hingga menjadi embrio sebelum dimasukkan kembali ke rahim.
"Jadi sel telurnya diambil, sel sehatnya diambil terus dibekuin. Nanti kalau suatu hari mau mulai program, diambil lagi, dijadiin embrio dengan sperma, baru dimasukkan ke rahim," jelas Luna Maya.
Apa Itu IVF (In Vitro Fertilization)?
IVF atau In Vitro Fertilization adalah metode program kehamilan yang lebih dikenal di Indonesia sebagai bayi tabung.
Prosedur ini dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh, tepatnya di laboratorium, untuk membentuk embrio sebelum akhirnya dimasukkan ke rahim wanita.
Metode IVF biasanya menjadi pilihan bagi pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak secara alami, meski saat ini juga banyak dipilih untuk program kehamilan yang lebih terencana, termasuk karena faktor usia, kualitas sel telur, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Secara umum, proses IVF terdiri dari beberapa tahap. Pertama, wanita akan menjalani stimulasi hormon agar menghasilkan lebih banyak sel telur matang. Setelah itu, dokter mengambil sel telur dari ovarium melalui prosedur medis khusus.
Sel telur yang sehat kemudian dipertemukan dengan sperma di laboratorium hingga terjadi pembuahan. Jika berhasil berkembang menjadi embrio, dokter akan memilih embrio terbaik untuk ditanamkan kembali ke dalam rahim dengan harapan terjadi kehamilan.
Karena proses pembuahan berlangsung di luar tubuh, metode ini disebut 'in vitro' yang dalam bahasa Latin berarti 'di dalam kaca', merujuk pada proses laboratorium.
IVF juga memungkinkan pasangan menyimpan sel telur atau embrio untuk digunakan di masa depan. Hal ini cukup umum dilakukan perempuan yang ingin menunda kehamilan karena karier, kondisi kesehatan, atau faktor usia.
Tingkat keberhasilan IVF bisa berbeda pada setiap orang. Faktor usia, kualitas sperma dan sel telur, kondisi rahim, hingga gaya hidup ikut mempengaruhi peluang keberhasilan program bayi tabung.
Meski identik dengan peluang memiliki anak kembar, IVF sebenarnya tidak selalu menghasilkan kehamilan kembar. Kehamilan kembar biasanya terjadi jika lebih dari satu embrio ditanamkan sekaligus ke rahim untuk meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.
Meski begitu, rencana program bayi tabung belum sepenuhnya berjalan mulus. Kesibukan Maxime Bouttier yang masih padat membuat keduanya harus menyesuaikan waktu terbaik untuk memulai program tersebut.
"Tapi si Max juga lagi serius bolak-balik, terus juga kayak masih banyak tanggung jawab juga," kata Luna Maya.
Walau sudah memiliki rencana IVF, pasangan ini tetap membuka peluang untuk mendapatkan anak secara alami. Luna Maya menegaskan dirinya dan sang suami tidak sedang menunda kehadiran buah hati.
"Tapi on the other hand juga kita nyoba normal juga. Kita enggak yang nunda, tapi kita juga pengen terencana," tuturnya.
Perjalanan rumah tangga Luna Maya dan Maxime Bouttier memang terus menarik perhatian sejak keduanya menikah.
Selain karena chemistry mereka, perbedaan usia 10 tahun di antara pasangan ini juga kerap menjadi bahan perbincangan netizen.
Kini, rencana memiliki anak kembar lewat program bayi tabung membuat publik semakin penasaran menantikan kabar bahagia berikutnya dari pasangan tersebut.
(ikh/fik)