Advertisement

Lirabica Miss Earth 2019 Kecam Cara Penanganan Ikan Sapu-sapu di Jakarta Pusat

Insertlive | Insertlive
Lirabica Miss earth 2019
Lirabica Miss Earth 2019 Kecam Cara Penanganan Ikan Sapu-sapu di Jakarta Pusat / Foto: Insertlive
Jakarta -

Polemik penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta Pusat mendadak jadi sorotan publik setelah Miss Earth 2019, Lirabica, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan yang dinilai tidak berperikemanusiaan. Ia menyoroti langkah yang dilakukan Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, yang dianggap menggunakan cara kejam dalam mengatasi populasi ikan tersebut.

Dalam pernyataannya, Lirabica menilai tindakan tersebut mencerminkan kurangnya empati terhadap makhluk hidup. Ia menegaskan bahwa masih banyak pendekatan yang lebih manusiawi dan beradab tanpa harus menyakiti atau membunuh.

Tidak hanya itu, ia juga menyinggung berbagai persoalan besar di Jakarta yang menurutnya jauh lebih mendesak untuk ditangani. Mulai dari persoalan sampah, banjir, hingga premanisme dinilai lebih krusial dibandingkan tindakan terhadap ikan sapu-sapu.

"Saya mengecam keras tindakan kejam yang terjadi pada hari Jumat 10 April 2026, ikan sapu-sapu yang dibunuh secara kejam, dijaring, dipatahkan, dimasukkan ke karung, dan dikubur. Masih banyak cara yang lebih beradab dan berempati tanpa menyakiti bahkan membunuh sesama makhluk ciptaan Allah," ujarnya pada Sabtu (11/4).

Advertisement

Sebagai pecinta dan aktivis hewan, Lirabica menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam. Ia bahkan membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi pecinta hewan di Indonesia serta pemerintah guna mencari solusi yang lebih bijak.

"Saya Lirabica bersama tim dan seluruh pencinta hewan di Indonesia tidak akan tinggal diam jika ada kezaliman terhadap makhluk Allah. Indonesia adalah negara yang bermartabat dan berempati. Presiden kita juga pecinta hewan dan sosok yang sangat mulia yang sangat peduli terhadap kesejahteraan hewan. Jadi jangan ada yang coba-coba berbuat kejahatan terhadap makhluk Allah yang lemah," tegasnya.

Pernyataan ini pun memantik perhatian publik dan berpotensi membuka diskusi lebih luas mengenai standar etika dalam pengendalian populasi hewan di perkotaan, khususnya di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kesejahteraan hewan.

(ikh/ikh)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement